​Walikota : Proyek Monorel Terus Dalam Kajian

Manado – Rencana pembangunan jalur Monorel oleh pemerintah Kota Manado sebagai upaya mengurangi kemacetan, membuka peluang bagi para investor untuk berivestasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Walikota Manado, GS Vicky Lumentut ketika ditemui, Jumat (12/4). Dikataka Lumentut saat ini pihaknya telah melakukan pengkajian yang melibatkan akademi untuk melakukan perhitungan anggaran dan konstruksi yang aman terkait rencana pembangunan Monorel di Kota Manado.

Lanjutnya, jika ketika selesai dilakukan perhitungan anggaran yang dibutuhkan bisa diambil dari APBD, maka akan segera dimulaikan pembangunannya. Namun, jika APBD tidak dapat digunakan, maka pemerintah kota akan berupaya berkordinasi dengan pemerintah pusat.

Namun ditegaskan Lumentut, rencana pembangunan Monorel tidak menutup kemungkinan akan melibatkan Investor dalam pelaksanaannya, karena proyek transportasi ini bisa menghasilakn suatu pemasukan. Tapi kembali diungkapkan Lumentut, bahwa rencana ini masih dalam tahapan pengkajian.

Sementara itu, di ungkapkan Lumentut lagi, jika pelaksanaan pembangunan Monorel telah disepakati maka direncanakan akan dilakukan pembangunan dua tahap yakni pertama rute Malalayang-Pasar Bersehati dan tahap kedua Pasar Bersehati-Manado bagian utara. Pada rute tersebut terdapat pos-pos persinggahan dan pembangunannya diatas lahan 16 persen.

“Rencana ini bertujuan agar meminimalisir kemacetan di Kota Manado. Apalagi, jalur ring road Manado-Bitung dan Manado-Tomohon segera dibuka dan dapat dipastikan semua kosentrasi kendaraan akan tertumpuk di Kota Manado. Sehingga perlu dicarikan langkah yang baik untuk mengatasi kemacetan tersebut. Dan menurut saya, Monorel merupakan alternatif yang baik, karena bangunannya tidak tergolog sederhana, tapi aman dan nyaman digunakan sebagai sarana transportasi dalam Kota, dibandingkan jembatan layang yang memakan anggaran yang sangat besar dan membutuhkan lahan yang cukup besar pula,” jelas Lumentu

Leave a Reply