1,5 Juta Lahan dan Hutan di Sulut Potensi Terbakar, ODSK Kumpul Bupati dan Walikota

Manado – Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey menginstruksikan para kepala daerah dan stakeholder guna lebih waspada dan bersiaga mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Guna menyinkronkan hal tersebut, akan digelar rapat koordinasi daerah (Rakorda) dalam rangka kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2019 di Sulawesi Utara.

Rakorda sebagai tindak lanjut arahan Presiden Jokowi ini sedianya akan dilaksanakan di Graha Bumi Beringin, Kamis (15/08/19).

“Instruksi Presiden dalam pengendalian karhutla titik beratnya adalah di dalam pencegahan, karena tentunya di masing-masing provinsi serta kabupaten mempunyai masalah sendiri-sendiri, karena itu butuh kordinasi bersama,” ujar Plt. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulut, Roy Tumiwa.

Rakorda ini, menurut Tumiwa, nantinya akan dihadiri Kepala daerah Kabupaten/Kota dan jajarannya hingga Camat, Dandrem hingga Danramil, Kapolda dan jajarannya hingga Kapolsek, Kepala Dinas Damkar, Kepala BPBD dan dinas terkait lainnya.

Diungkapkan Tumiwa, Sulut memiliki 1,5 juta hektar kawasan hutan dan lahan (terdiri dari kawasan hutan sebesar 754 ribu hektar dan Area Penggunaan Lainnya sebesar 764 ribu hektar) yang harus dijaga agar tidak terbakar.

“Musim kemarau panjang saat ini sudah berdampak, di mana terdapat sejumlah titik kebakaran lahan dan hutan walau hanya skala kecil dan telah teratasi. Kebakaran yang terjadi ini umumnya akibat pembakaran lahan warga yang merembes,” ungkap Tuniwa.

Lnjutnya, rakorda kali ini bertujuan terus meningkatkan peran serta masyarakat dan pemangku kepentingan untuk pengendalian karhutla serta meningkatkan penegakan hukum dan memberikan sanksi tegas terhadap perorangan atau badan hukum yang terlibat kegiatan pembakaran hutan dan lahan.

Dalam upaya peningkatan pengendalian karhutla juga memerlukan optimalisasi peran Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Organisasi Relawan maupun Organisasi Non Pemerintah lainnya dalam pencegahan dan pemadaman dini dengan pendekatan serta penyadaran kepada masyarakat dan sikap sigap untuk bertindak demi menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya dari dampak buruk karhutla di wilayah Kabupaten dan Kota masing-masing.

Gubernur Olly Dondokabey dan Wagub Steven Kandouw, lanjut Tumiwa, sudah mengarahkan kepada seluruh tim pencegah Karhutlah agar menghimbau masyarakat akan bahayanya kebakaran hutan. Upaya pencegahan lebih baik ketimbang penanggulangan.

Diketahui, dalam Rakornas antisipasi Karhutlah beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo meminta pada pemerintah daerah dan lembaga terkait di kawasan rawan karhutla guna memprioritaskan langkah-langkah pencegahan. Pemerintah pusat memerintahkan kepada para kepala daerah, Pangdam, dan kapolda guna berkolaborasi agar sigap saat terjadi titik api baru.

“Pertama, prioritaskan pencegahan melalui patroli terpadu deteksi dini sehingga kondisi harian di lapangan selalu terpantau dan khusus BRG, pentingnya penataan ekosistem gambut melalui pengecekan yang konsisten, seperti tinggi permukaan air tanah dan kebasahan gambut,” tegas Presiden.

Leave a Reply