15 Perguruan Tinggi Di Sulut Teken MoU Dengan BNN

15 Perguruan Tinggi Di Sulut Teken MoU Dengan BNN

15 Perguruan Tinggi Di Sulut Teken MoU Dengan BNN

Minahasa – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjem Pol Anang Iskandar, Senin (25/11), menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dengan 15 Perguruan Tinggi di Sulawesi Utara, bertempat di Pusat Kebudayaan Sulawesi Utara (Sulut), Pa’Dior, Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa.

Anang Iskandar dalam sambutannya mengatakan, maksud penandatanganan MoU ini bertujuan untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba dikalangan anak muda, melalui penyebarluasan informasi serta pembentukan kader anti narkoba di lingkungan kampus masing-masing.

Selain itu, menurutnya, setiap Universitas di Sulut menyelenggarakan tes urine kepada setiap mahasiswa dan berupaya menciptakan lingkungan kampus bebas Narkoba.

“Mereka yang terlanjur menjadi pengguna narkoba diberikan fasilitas pelayanan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial dengan memberikan pembekalan tentang konseling adiksi, terapi psikososial, dan permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, selain itu dibentuk CBU berbasis pendidikan,” ujar Iskandar.

Menurut Anang pula, dibangunnya kerja sama ini berdasarkan realita akan kondisi banyaknya penyalahgunaan narkoba di Sulut.

“Sesuai dengan Jurnal Data Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tahun 2012 menyebutkan, ada sekitar 1.022 kasus penyalahgunaan narkoba di Sulut.

Selain itu, dijelaskannya, angka prevalensi penyalah guna narkoba di Sulut mencapai 2,1 persen, atau sekitar 36.307 orang dari 1.728.900 penduduk Sulut, sesuai data Tahun 2011.

“Ini terbilang cukup memprihatinkan, sementara masih minimnya tempat rehabilitasi yang dimiliki pemerintah maupun swasta untuk menampung jumlah penyalahguna narkoba ini, sehingga perlu ada perhatian khusus dari pemerintah,” katanya.

Sementara, BNN hingga saat ini baru memiliki tiga Balai Besar Rehabilitasi, seperti di Lido, Jawa Barat, Tanah Merah, Kalimantan Timur dan Badokka, Sulawesi Selatan.

“Semua balai rehabilitasi ini hanya mampu menampung sekitar 18.000 orang atau hanya 0,42 persen dari total penyalahguna narkoba di Indonesia, sehingga butuh peran seluruh elemen masyarakat untuk membantu ketersediaan fasilitas seperti ini,” ujarnya, sembarai menutup sambutannya dengan mengharapkan peran aktif semua perguruan tinggi di Sulut dalam pendidikan generasi Indonesia untuk memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, untuk mewujudkan Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Kebijakan dan Strategi Nasional P4GN Tahun 2011-2015.(fernando lumanauw)

Leave a Reply