3 Tersangka Korupsi Dana Audiensi Bolmong Ditahan, Polda Sulut Bidik Tersangka Baru!

Manado – Penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulut, Kamis pecan lalu, resmi memenjarakan tiga tersangka kasus dugaan korupsi dana audiensi Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), TA 2012-2013 berbanrol Rp8 miliar lebih.

Tiga tersangka yang dijebloskan ke sel tahanan, masing-masing ID alias Ismar oknum PPTK, EK alias Eka mantan Kabag Umum, serta UP alias Paputungan oknum Kabag Umum di Setda Kabupaten Bolmong.  Dari informasi yang diperoleh Cybersulutnews.co.id, tiga tersangka dipenjarakan setelah penyidik melakukan serangkayan penyelidikan, hingga menemukan kerugian negara Rp2,1 miliar.

“Berdasarkan bukti kerugian negara itu dan keterangan-keterangan dari para saksi, mereka ditetapkan sebagai tersangka sampai dijebloskan ke sel tahanan,” beber sumber penyidik kepada Cybersulutnews.co.id, di Mapolda Sulut.

Dijelaskan penyidik pula, penahanan terhadap tersangka dilakukan, Kamis (19/01/2016), pukul 14.00 WITA, setelah para tersangka menjalani pemeriksaan selama enam jam. “Selanjutnya kami bawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk lakukan tes kesehatan, kemudian dijebloskan ke Rutan Mapolda,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, pengusutan perkara korupsi yang terjadi di masa pemerintahan Salihi Mocodongan dan Yanny Ronny Tuuk tidak akan terhenti sampai disini saja. Pihaknya pun masih akan terus melakukan pengusutan hingga menjerat oknum-oknum tersangka lain yang dinilai menikmati aliran dana ini.

“Jelas (masih akan menjerat tersangka lain). Kasus korupsi kan tidak dilakukan secara sendiri-sendiri. Nanti kita lihat pada proses penyelidikannya. Yang pasti ini masih belum kita hentikan disini,” pungkasnya.

Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito, ketika dikonfirmasi melalui juru bicaranya Kombes Pol Ibrahim Tompo membenarkan adanya penahanan tiga tersangka korupsi dana audiensi Pemkab Bolmong.

Dari data yang masuk redaksi cybersulutnews, aroma korupsi ini mulai diusut setelah penyidik Tipidkor Polda Sulut menemukan adanya indikasi penyimpangan. Berdasarkan temuan itu, penyidik kemudian menempuh langkah penyelidikan.

Dengan menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulut, kerugian negara berhasil ditemukan dalam proses audit investigasi. Alhasil, kasus pun dinaikkan ke tahap penyidikan.

Sementara, dalam proses pengusutan perkaran, penyidik Tipidkor telah banyak memeriksa dan meminta keterangan sejumlah saksi. Bahkan, Asisten 3 Ulfa Paputungan, mantan Bupati Salihi Mokodongan, serta mantan Wakil  Bupati Yanny Rony Tuuk tak luput dari pemeriksaan. (jenglen manolong)

Leave a Reply