Acara Puncak Festival Danau Tondano 2017, JWS: Monumen Benteng Moraya Jadi Pusat Pariwisata, Budaya dan Kuliner Daerah

Minahasa – Monumen Benteng Moraya yang terletak di Kelurahan Roong Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, menjadi ikon pariwisata Minahasa, sekaligus menjadi pusat pariwisata, kebudayaan dan kuliner daerah.

Hal ini dikatakan Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, saat membawakan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Festival Kuliner Minahasa, yang merupakan acara puncak Festival Danau Tondano 2017, dalam rangka juga mensukseskan Pesona Minahasa tahun 2017 dan Pesona Indonesia 2017, juga dalam rangka Hari Jadi Minahasa ke-589, berlokasi di Monumen Benteng Moraya, Selasa (14/11).

“Kita bersyukur Monumen Benteng Moraya dan segala fasilitas yang ada didalamnya ini, seperti tempat berjualan kuliner daerah dan Amphiteater serta fasilitas penunjang lain hampir rampung. Tempat ini tentu akan menjadi pusat pariwisata, kuliner dan budaya Minahasa, dimana nantinya juga semua jenis makanan dari halal sampe non halal dan makanan ekstreme akan ada disini,” kata JWS.

Lanjut dikatakan JWS, untuk memaksimalkan pengelolaan Monumen Benteng Moraya dan segala fasilitas yang ada di dalamnya, agar kedepan bisa menfhasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa kedepan akan membentuk badan pengelolah tempat tersebut.

“Kita akan bentuk pengelolah yang nantinya akan mengelolah tempat ini, sehingga nantinya sudah bisa menghasilakan PAD untuk menunjang pembangunan daerah. Kita berharap, dengan adanya tempat ini, kita memiliki tempat kuliner yang baru dan konser-konser musik dan budaya akan ada di tempat ini. Benteng Moraya ini menunjukkan kesatuan Minahasa, dimana semua marga orang Minahasa juga ada tercatat disini, menandakan kita orang Minahasa adalah satu,” ujarnya.

Menurutnya pula, kegiatan puncak Festival Danau Tondano tahun 2017 yang dilaksanakan di tempat ini menjadi momentum dalam Minahasa mengembangkan sektor pariwisata, seni, budaya dan kuliner daerah.

Usai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minahasa Agustifo Tumundo SE MSi melaporkan kegiatan ini, Menteri Pariwisata Repoblik Indonesia yang diwakili Kepala Bidang Bisnis dan Pemerintahan, Deputi bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara, Kemenpar-RI Hendrie Karnoza mengatakan, Kemenpar-RI sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang menunjang pariwisata yang dilakukan Penerintah Daerah.

“Minahasa sungguh luar biasa karena memiliki potensi pariwisata yang sangat baik. Kedepan kami berharal atraksi-atraksi seperti ini dapat dibesarkan lagi, sehingga bersifat nasional bahkan international, kedepan diharapkan juga libatkan daerah-daerah lain, minimal se-Sulawesi dan Kemenpar akan membantu dalam upaya promosi,” tukasnya.

“Kita patut berbangga karena pak Bupati perduli dan konsern dengan potensi pariwisata di daerah dan mau mengembangkannya, seperti contoh dengan adanya Monumen Benteng Moraya ini, karena itulah yang seharusnya terjadi di daerah. Saya berharap ini menjadi sukses awal untuk iven-iven selanjutnya,” pungkasnya.

Adapun kegiatan mensukseskan yang dilakukan dalam Festival Kuliner Minahasa dalam rangka Pesona Minahasa tahun 2017 ini yakni, Lomba Makanan Khas Minahasa yang diikuti perwakilan Kecamatan dan Restoran se Kabupaten Minahasa, serta Konser Budaya dan Paduan Suara, Pentas Seni dan Budaya Nuansa Kasih di Aphiteater Monumen Benteng Moraya, pelepasan 1.000 Lampion Kasih dan Pemasangan 500 Obor Kasih, serta Doa Bersama untuk Bangsa dan Negara.

Turut hadir dalam kegiatan yang juga dimeriahkan oleh Paduan Suara Pemuda Betlehem Tataaran II, Paduan Suara SMA Negeri 3 Tondano, Katrili SMA Negeri 3 Tondano, Manado String Ensemble, Tarian Ikatan Wulan Waraney Minahasa, Kolitang Pemkab Minahasa, Musik Bambu Gema Satria Lemoh, Paduan Suara Minahasa Regency Choir, Maengket Jaton, Paduan Suara Anak SMA ini yakni, Wulan Waraney Minahasa 2017, Barongsai ini, segenap Pejabat Pemkab Minahasa, Forkompida Minahasa, dan tamu undangan lainnya.(fernando lumanauw)

Leave a Reply