Air Kotorpun ‘Laris’ di Kota Manado

AIR KOTOR PUN ‘LARIS’ DI KOTA MANADO

Catatan : Vebry Deandra

AIR kotor ternyata masih dikonsumsi warga Kota Manado. Padahal air berwarna kecoklatan itu merupakan air yang setiap bulannya dibebankan pemakaiannya kepada warga dengan sejumlah uang atau bukannya air gratisan (baca: air berbayar).

Sungguh suatu ironi di kota yang mengklaim sebagai Kota Cerdas atau Smart City. Saya sebut hal ini sebagai keterpaksaan warga selama bertahun-tahun mengkonsumsi air yang didistribusikan perusahaan air di daerah ini yang dikelola sangat tidak profesional bahkan cendrung membahayakan kesehatan masyarakat secara massal.

Perusahaan air di Kota Manado ini tentu mempunyai sejarah panjang, tak lepas dari suatu sistem pelayanan kepada masyarakat yang diberikan dalam rangkaian kepemimpinan oleh seorang pimpinan yang disebut walikota itu. Tetapi saya tidak mau membahas mengenai apa dan bagaimana perusahaan air ini. Melainkan satu hal yang menjadi harapan warga, yakni bagaimana perusahaan ini bisa melakukan pengelolaan, penyediaan serta mendistribusikan air bersih dan sehat, bukan malah air kotor yang diberikan kepada warga.

Sehingga saya menilai dengan kesulitan pemerintah dalam hal ini melalui perusahaan airnya itu untuk menyediakan air bersih, tentu merupakan kegagalan dalam memenuhi ketercapaian sebagai kota smart living dalam mewujudkan smart city, atau Kota Manado saya sebut sebagai kota pengklaim belaka.

Tak heran untuk mewujudkan kota yang benar-benar sehat, Kota Manado yang tidak pernah menjamin ketersediaan air bersih atau air yang terus mengalir dengan baik ke warganya adalah kota amburadur yang sampai saat ini tidak mampu mengelola perusahaan air miliknya itu hingga air kotor pun dijual ke warganya tanpa mempertimbangkan bahaya yang mengancam kesehatan masyarakat.

Apalagi kita berbicara berbagai indikator kota sehat lainnya, yaitu
Indikator khusus terkait kawasan pemukiman yaitu udara bersih, air sungai bersih, penyediaan air bersih untuk individu dan umum, pembuangan air limbah domestik, pengelolaan sampah, pertamanan dan hutan kota, sekolah, pengelolaan pasar, sarana olahraga, rekreasi, dan taman bermain anak-anak, penataan sektor informal seperti pedagang kaki lima dan industri rumah tangga. Selain terkait pemukiman, indikator Kota Sehat juga meliputi kawasan tertib lalu lintas  dan pelayanan transportasi, kawasan pariwisata, kehidupan sosial yang sehat dan lain-lain. Bagaimana Kota Manado ?

Kembali mengenai air, beberapa hari ini warga Manado mengeluhkan mengenai air kotor tersebut. Malah warga dengan kesalnya menyatakan bahwa kalau tidak kotor yah air mati menyala tak jelas musimnya. “Air bersih sudah jauh…Warga meminta Pemerintah Kota Manado benahi perusahaan daerah, kalau perlu mengganti namanya dengan PT. Air Bersih Manado dan bukannya PT Air Kotor Manado. Semoga… (***)

Leave a Reply