AKSI DAMAI GO JEK MANADO BERSAMA WARGA PENCINTA…BERBALAS PANTUNKAH ?

Catatan : Vebry Deandra

MENDAPAT informasi dari beberapa sahabat yang bekerja di PT. Go Jek Indonesia Manado bahwa pada pekan depan, tepatnya Selasa 31 Oktober 2017 akan digelar aksi damai dengan warga pencinta atau pengguna Go Jek.

Aksi damai diakhir bulan Oktober, tentu janganlah dianggap sebagai aksi berbalas pantun saja. Pasalnya, dengan penutupan kantor Transportasi Online oleh Pemerintah Kota Manado, tentu mempunyai pengaruh besar bagi warga Manado yang menggantungkan kehidupannya sebagai pekerja pada Transportasi Online.

Pengaruh itu jelas, yakni kecemasan mereka akan terjadi gesekan dengan para sopir Angkutan Kota (Angkot) yang dapat berpersepsi negatif dengan adanya penutupan kantor bahwa mereka bekerja secara ILEGAL (baca: tidak demikian).

Padahal menurut mereka (para pekerja transportasi online), Pemkot Manado seharusnya sebijaknya mengeluarkan keputusan terbaik, dengan berbagai kajian hukum maupun sosial kemasyarakatan, sebelum menutup kantor mereka.

Saya juga sependapat, karena setelah penutupan kantor, Transpostasi Online tetap saja beroperasi dan melayani masyarakat. Saya sendiri sudah merasakan manfaat kehadiran Go Jek, Go Car atau pun Grab dan Uber selama ini, yang tentunya tidak bisa dilakukan oleh para sopir Angkot.

Sebagai contoh di tengah malam saat membutuhkan kendaraan secepatnya ketika akan mengantar orang sakit, namun begitu sulitnya mencari kendaraan. Yah, kehadiran transportasi online bisa menjawabnya, belum contoh lainnya yang tentunya sudah dirasakan manfaat positif oleh warga.

Transportasi Online ini sebenarnya tidak mengambil lahan atau mata pencaharian dari para sopir Angkot. Jika ada pemikiran-pemikiran sebaliknya atau menyesatkan, tentunya sangat disayangkan.

Sebagai warga Manado mari kita bergandeng tangan bersama dan berpikir positif untuk kebersamaan sebagai warga Manado yang CINTA DAMAI bahwa demikian adanya kemajuan teknologi dan informasi yang jelas tak bisa kita bendung, termaksud dalam tuntutan sarana dan prasarana transportasi yang cepat, layak, nyaman dan tentunya aman.

Seharusnya yang ada, baik sopir Angkot, transportasi online dan warga pada umumnya MENUNTUT pada Pemkot Manado untuk bisa mengurai kemacetan yang semakin parah. Bahwa Pemkot Manado tidak mempunyai solusi kemacetan.

Aksi damai harus menunjukan bahwa warga Manado peduli terhadap Pemkot Manado, yang saya sebut “miskin ide tetapi kaya pencitraan.”

PEMKOT MANADO LUPA BAHWA MEREKALAH YANG HARUS MENJAMIN TRANSPORTASI UMUM YANG LAYAK, JALAN YANG BAIK, KEMACETAN BISA DIATASI SERTA PERMASALAHAN LAPANGAN PEKERJAAN..

“Jangan menjadi hantu di rumah sendiri, sebab yang takut adalah seisi rumah.” Demikian…

Leave a Reply