Angka Pengangguran Sulut di Atas Nasional, SHS Tutup Mata

Manado – Angka pengangguran di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) lebih tinggi dari angka nasional.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Dantes Simbolon mengatakan pada Februari 2013 angka pengangguran di Sulut 7,19 persen.


“Secara relatif angka pengangguran Sulut menunjukkan penurunan dari 7,79 persen pada Agustus 2013 menjadi 7,19 persen namun masih berada di atas angka nasional yakni 7,17 persen,” kata Simbolon.


Katanya, walaupun angka pengangguran Sulut lebih tinggi dari angka nasional, namun terjadi percepatan penurunan dari gap 2,47 poin penduduk Agustus 2010 menjadi 1,27 pada Februari 2013.


“Dan apabila trend menurun ini terus terjadi dalam waktu tiga tahun kedepan akan lebih rendah dari angka nasional,” katanya.


Jelasnya, jumlah angkatan kerja di Sulut pada Februari 2012 sebanyak 1,09 juta orang bertambah 51 ribu orang dibandingkan keadaan Agustus 2012.


“Peningkatan jumlah angkatan kerja disumbangkan oleh bertambahnya penduduk bekerja dari 957,3 ribu pada Agustus 2012 menjadi 1,011 juta pada Februari 2013,” jelasnya.


Tingkat pengangguran terbuka, katanya masih melanjutkan tren menurun hingga mencapai 7,19 persen setelah pada semester sebelumnya sebesar 7,79 persen atau menurun 0,60 poin.


“Dari sisi jumlah, selama satu semester pencari kerja berkurang 2,5 ribu orang karena terserap di lapangan kerja,” katanya.


Di perkotaan, katanya masih menjadi kantong pengangguran ditunjukkan dengan tingkat pengangguran terbuka yang mencapai dua kali lipat dari tingkat pengangguran perdesaan yakni 9,87 persen.


Sementara itu, Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sulut, Hari Lesar menyatakan, dengan kenaikan angka pengangguran ini memperlihatkan Pemerintah Kabupaten/kota bahkan Pemerintah Provinsi tidak bisa membuka lapangan kerja baru untuk menyerap jumlah tenaga kerja yang meningkat setiap tahunnya.


“Gubernur, walikota dan bupati seharusnya bisa membuka lapangan kerja baru. Tetapi yang terlihat saat ini, pimpinan kita hanya mengurus diri mereka sendiri, dan terkonsentrasi pada hal-hal tak prinsip, seperti peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan membuka lapangan kerja. Apalagi kalau hanya habiskan dengan kepentingan politik dan kepntingan tak pro rakyat,” jelas Lesar sembari menyambung Gubernur SH Sarundajang jangan tutup mata dengan persoalan masih tingginya pengangguran, karena imbas jelas terhadap meningkatnya tindak kriminalitas di Sulut. 

 

Leave a Reply