Antisipasi Penumpukan Sembako, Pemkab Minahasa Lakukan Sidak Pasar dan Pertokoan

Minahasa – Mengantisipasi aksi penumpukan sembilan bahan pokok (Sembako) oleh sejumlah oknum tak bertanggung jawab, yang dapat berpengaruh pada kelangkaan dan harga melambung, akibat dampak Corona Virus Disaese (Covid) 19, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa lakukan inspeksi mendadak (Sidak) pasar dan pertokoan, Kamis (19/04) pagi.

Sidak ini dipimpin langsung Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa Ir Wenny Talumewo, didampingi sejumlah pejabat diinstansi teknis terkait.

“Sidak ini untuk mengantisipasi kenaikan harga, serta memastikan ketersediaan sembako aman bagi masyarakat, di tengah kekhawatiran akibat penyebaran Covid 19. Yang kami datangi hari ini yakni Pasar Tondano, Pasar Langowan dan sejumlah Pertokoan besar,” kata Talumewo.

Sidak pengawasan dipimpin langsung Assisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Minahasa Wenny Talumewo, yang didampingi sejumlah pejabat dilingkup Pemkab Minahasa.

Hasil pantauan TPID, kata Talumewo, ada sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan, meski tak signifikan. Diantaranya, beras jenis superwin yang sebelumnya dijual Rp 9. 000 rupiah per liter, menjadi Rp 10.000 per liter, sementara yang lain masih relatif aman. Sedangkan kenaikan harga sejumlah bahan pokok lain masih bisa tertanggulangi.

“Dari pantauan kami, memang ada sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan harga, meski tidak signifikan, seperti Beras. Kenaikan harga ini diakibatkan belum adanya masa panen, dan belum masuknya pasokan beras dari daerah Palu,” ujarnya.

“Hanya gula pasir bahan pokok yang mengalami kelangkaan. Hal ini diakibatkan belum masuknya pasokan gula pasir dari distributor. Terkait kelangkaan ini, Pemkab Minahasa telah melakukan koordinasi dengan Provinsi Sulut, dan dipastikan pasokan gula pasir ini bisa terpenuhi kembali dalam waktu dekat,” terang Talumewo.

“Sembako masih terkendali. Pemkab Minahasa berharap masyarakat tidak panik dalam menyikapi situasi saat ini. Kami menghimbau warga tetap tenang, dan terus menjaga kesehatan. Pantauan pasar akan dilakukan kembali pada minggu depan,” pungkasnya.(fernando lumanauw)

Leave a Reply