Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen Ogah Buat Film di Sangihe -Talaud

 

Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen foto bersama

Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen foto bersama

Jakarta – Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Djoko Suyanto membuka Pameran Terpadu Pengelolaan Perbatasan Negara tahun 2013 dan refleksi 3 tahun Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), di gedung Smesco Exhibition Hall Jakarta Selatan, Senin (17/09).

 

Acara yang menampilkan produk-produk unggulan daerah perbatasan bekerjasama dengan Kamar Dagang Indonesia diselenggarakan dari tanggal 17-18 September 2013.

 

Tak ketinggalan Provinsi Sulut dan Kabupaten Sangihe turut memajang hasil produk kerajinan tangan, makanan, dan hasil-hasil perkebunan serta pertanian yang ada didaerah perbatasan.

 

Menkopolhukam Djoko Suyanto selaku ketua pengarah BNPP dalam sambutanya mengatakan, negara Indonesia punya rentang wilayah yang cukup luas. “Luas wilayah NKRI perlu ditangani dengan pendekatan wilayah kedaulatan dan keutuhan wilayah, pendekatan kawasan serta pendekatan ekonomi daerah perbatasan,” ujarnya.

 

Kendala yang terjadi saat ini, ungkap Djoko, daerah perbatasan adalah masalah koordinasi dan sinkronisasi. Untuk itu, sesuai UU No.43 tahun 2008 tentang wilayah negara, dimana Pemerintah dan DPR telah menetapkan kebijakan program pembangunan daerah perbatasan, rencana kebutuhan anggaran, koordinasi serta evaluasi pengawasan daerah perbatasan.

 

Sejak berdiri, BNPP terus berupaya mengoptimalkan kemajuan dan perkembangan daerah perbatasan dengan kucuran dana yakni, tahun 2011 sebesar 2,1 T dan tahun 2013 menjadi 3,7 T. 

 

“Anggaran ini digunakan untuk pembangunan infrastruktur daerah terisolasi serta pengembangan perekonomian masyarakat perbatasan,” jelasnya.

 

Diharapkan, perkembangan kemajuan daerah perbatasan semakin nyata ditahun-tahun yang akan datang.

 

Sebelumnya, Sekretaris BNPP Triyono Budi Sasongko mewakili Menteri Dalam Negeri menejelaskan, pameran ini sebagai sarana informasi dan publikasi serta pertanggung jawaban BNPP kepada publik selama tiga tahun sejak didirikan tahun 2011.

 

“Melalui acara ini berbagai kebijakan, program dan kegiatan daerah perbatasan dapat ditampilkan ditempat ini sehingga masyarakat luas dapat mengenal lebih banyak lagi,” ujarnya.

 

Dalam acara ini, Menkopolhukam memberikan penghargaan kepada 7 orang yang telah berupaya untuk menjaga dan membantu perkemangan daerah perbatasan.

 

Nama-nama penerima penghargaan ‘Border Award’ yakni Wilhemus Lou, Sebastian Soushoro dan Tapernus Laolatop dari desa Malaka Provinsi NTT warga daerah perbatasan antara Indonesia-Timor Leste yang telah menghibahkan sebidang tanah untuk pembangunan pos lintas batas negara.

 

Kemudian dari Provinsi Kalimantan Utara, Hi Abdul Hafid Ahmad menghibahkan rumahnya untuk pos jaga Angkatan Laut di Seit Sebatik Nunukan. Produser film Nia Zulkarnaen dan sutradara Ari Sihasale yang telah mempopulerkan budaya daerah perbatasan Atambua Nusa Tenggara Timur dengan judul film ‘Tanah Air Beta’.

 

Selanjutnya Produser film Bustanul Namawi dengan film ‘Tanah Surga Katanya’ yang menampilkan penataan manusia daerah perbatasan di Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat, serta Produser film Marcella Zalianti dengan film ‘Batas’ yang menampilkan kehidupan masyarakat Dayak di tanah Borneo Kalimantan.

 

Ari Sihasale yang dimintai tanggapannya oleh wartawan media ini mengenai pembuatan film di daerah perbatasan Atambua NTT mengatakan, kita ingin warga kota semakin tahu kesulitan dan perjuangan warga perbatasan dalam menjalani hidup.

 

Ditanya apakah ingin membuat film di daerah Sangihe dan Talaud ?. Ari Sihasale dengan tertawa berujar, aduh jauh daerahnya, siapa yang akan biayai film tersebut. (patrispangaila)

Leave a Reply