Bahas Kesiapan Pengamanan Idul Fitri 1439 H, Pj Bupati Mewoh Hadiri Rakor Dengan Kapolri di Mapolda Sulut

Minahasa – Dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah bagi umat Muslim di Sulawesi Utara (Sulut), termasuk Minahasa, Penjabat Bupati Minahasa Drs Royke Herkules Mewoh DEA, Selasa (05/06), menghadiri rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral, dalam rangka kesiapan pengamanan Idul Fitri 1439 H tahun 2018, di Mapolda Sulut.

Rakor yang dipimpin langsung Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian lewat video conference dan disiarkan secara langsung di seluruh Polda se-Indonesia ini, dipandu Wakapolda Sulut Brigjen Pol Johni Asadoma.

Dalam rakor ini, sejumlah hal penting pun berdampak pada keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), dibahas dan dipastikan aman terkendali, oleh masing-masing penanggung jawab bidang dimaksud, seperti kesiapan bahan pokok yang oleh Kementrian Perdagangan menyatakan bahwa, pada H-7, kecenderungan harga akan meningkat dan Pemerintah harus menjamin ketersedian bahan pokok agar tidak dimainkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Dimana, untuk mengantisipasi bahan pokok tidak naik, agar ditempatkan petugas-petugas di pasar-pasar dan pusat perdagangan untuk memantau aktivitas pasar.

Selanjutnya, sesuai arahan Direktur Bulog yang mana ketersedian beras lebih dari 1,2 juta ton. Diminta untuk mewaspadai penimbunan beras oleh pihak yang sengaja ingin mengambil keuntungan lebih, agar harga di pasar stabil.

Untuk arahan arus mudik dan arus balik, arahan Kementrian Perhubungan mengatakan bahwa, kelancaran transportasi, ketersedian angkutan umum dan keselamatan penumpang harus menjadi perhatian khusus masing-masing daerah melalui stake holder terkait. Dari Kementrian Pertanian menyatakan bahwa, stok pangan sudah disiapkan tiga bulan sebelum Ramadhan dan Idul Fitri, sehingga ketersedian komoditas bahan pokok lebih dari kebutuhan masyarakat.

Selanjutnya, ada arahan Panglima TNI juga, dimana dalam arahannya meminta adanya pencegahan sejak dini peluang terjadinya ancaman Kamtibmas. Aparat terkait diminta adakan pengamanan di sepanjang jalur yang akan dilalui pemudik, baik di terminal darat, terminal laut dan terminal udara. Lakukan pengamanan tempat ibadah, antisipasi kecelakaan yang disebakan oleh kegagalan transportasi dan bencana alam, menyediakan alusista untuk membantu korban dan menyiapkan kapal laut dan udara untuk mengangkut pemudik.

Kemudian, Kapolri Tito Karnavian dalam arahannya mengatakan, ketersedian bahan pokok harus lebih dari kebutuhan masyarakat dan yang harus diwapadai adalah distribusinya agar tidak diganggu oleh kartel-kartel dan bahkan oleh petugas sendiri yang terlalu berlebihan bertindak dilapangan.

Kapolri juga menghimbau para kepala daerah harus selalu memberdayakan Forum Kerjasama Antat Umat Beragama (FKUB), untuk membantu Pemerintah dalam menciptakan kondisi aman dan nyaman, terutama jelang Lebaran ini.

Sementara, Mewoh ditemui usai rakor mengatakan, Pemerintah Kabupaten Minahasa tentunya akan tetap berkordinasi dengan Forkompimda untuk pengamanan dalam rangka pelaksanaan Idul Fitri mendatang.

“Saya akan segera menginstruksikan para Camat, Lurah dan Hukum Tua untuk segera mengaktifkan siskamling yang ada diwilayah masing-masing. Selain itu, untuk instansi teknis, seperti Dinas Perdagangan, supaya segera melakukan pantauan guna mengawasi ketersedian serta stabilitas harga bahan pokok jelang Idul Fitri.vTermasuk juga Dinas Perhubungan untuk dapat mengantispasi jalur arus mudik serta kelayakan dan keamanan kendaraan transportasi umum yang akan digunakan masyarakat pada saat mudik lebaran nanti,” imbuhnya.(fernando lumanauw)

Leave a Reply