Bakal Hadiri Rakernas ke-V, Sekjen AMAN Kunjungi Tanah Masyarakat Adat Minahasa

Minahasa – Dalam rangka menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), yang dipusatkan di Desa Koha Kecamatan Mandolang, Sekretaris Jenderal AMAN Rukka Sombolinggi, mengunjungi Masyarakat Adat Minahasa.

Kedatangan Rukka Sombolinggi ini, disambut langsung AMAN Sulut, yang sudah bersiap di Bandara International Sam Ratulangi Manado, dengan tambur dan pekikan penari Kawasaran, Minggu (11/03) pagi.

“Penyambutan secara adat ini mau menjelaskan bahwa para penari Kawasaran selaku masyarakat adat, sebagai makawale (tuan dan nyonya rumah, red) pelaksanaan Rakernas AMAN, menerima Sekjen AMAN dengan tangan terbuka. Ini juga tanda bahwa kami Masyarakat Adat Minahasa menyambut dengan keterbukaan dan kegembiraan hati bagi para tamu undangan, tokoh adat se-Nusantara ke tanah kami,” jelas tokoh adat Minahasa Rinto Taroreh.

Menurutnya, syair-syair yang mengalun bersama setiap gerak para penari Kawasaran merupakan doa permohonan kepada Sang Khalik agar jalannya acara Rakernas AMAN ke-V ini, bisa mengalir bagaikan air.

“Kawasaran adalah pembuka jalan. Para penari menyampaikan doa dalam ungkapan kata dan gerak kepada Empung Wailan Wangko agar Sekjen AMAN diberkati, dibukakan jalan. Doa yang sama bagi para peserta Rakernas dan jalannya acara yang telah disiapkan. Kita juga meminta agar para leluhur merestui langkah kita,” ungkap figur penggerak Komunitas Waraney Wuaya ini.

Senada, Ketua Panitia Rakernas AMAN ke-V Nedine Helena Sulu mengatakan, kehadiran Sekjen AMAN merupakan kehormatan bagi masyarakat Minahasa.

“Kami merasa terhormat. Sebagai anak dari tanah ini, kami menyambut dengan penuh sukacita Ibu Sekjen. Penyambutan secara adat ini ekspresi penerimaan dan penyambutan bagi Ibu Sekjen dan seluruh tamu, tetua adat se-Nusantara yang akan hadir di Rakernas AMAN,” kata Sulu, yang juga sebagai Wakil Ketua II Dewan AMAN Nasional.

Sementara, Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi, tampak tak bisa menyembunyikan rasa haru. Penerimaan itu diakui merupakan hal yang luar biasa.

“Saya merasa terharu. Dan saya merasa diterima di tanah ini. Luar biasa,” ucap sekjen perempuan pertama di organisasi masyarakat adat terbesar di dunia ini.

Tumpukan Kawasaran ini merupakan bagian dari Komunitas Waraney Wuaya. Komunitas Kawasaran dari masyarakat adat Minahasa di Tanah Tonsea, termasuk wilayah Bandara Sam Ratulangi.

Diketahui, Rakernas AMAN V akan dilaksanakan di Desa Koha Kecamatan Mandolang, 14-17 Maret 2018. Terangkai dengan itu akan digelar perayaan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara (HKMAN) dan hari ulang tahun AMAN ke-19, yang akan dipusatkan di Benteng Moraya Tondano, 17 Maret 2018.(fernando lumanauw)

Leave a Reply