Bangun Tempat Doa, Kapolres Minahasa: Awalnya Sempat Ragu, Tapi Puji Tuhan Bisa Rampung

Minahasa – Dalam kepemimpinannya di wilayah hukum Polres Minahasa, Kapolres Minahasa AKBP M Denny Situmorang SIK tak hanya berhasil dengan masalah kemanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tapi juga berhasil membangun dua rumah ibadah atau rumah doa di halaman Mapolres, dengan dana swadaya pribadi dan anggota, serta beberapa donatur yang terbeban.

Pada Senin (21/09) pagi, kedua rumah ibadah atau rumah doa yang perletakan batu pertamanya dilaksanakan Desember 2019 silam, serta memakan waktu pembangunan selama sembilan bulan ini, akhirnya rampung dan diresmikan penggunaannya lewat ibadah pentahbisan dan siap digunakan.

“Terima kasih kepada seluruh personil Polres Minahasa. Ini murni dari seluruh personil dan beberapa donatur yang tergerak untuk bersama-sama berswadaya membantu, dan tidak menggunakan proposal,” ujar Situmorang.

“Terima kasih juga karena ada masyarakat yang terbeban membantu memberikan material bangunan sehingga pembangunan bisa akhirnya rampung,” tukasnya.

Lanjut kata Situmorang, dibangunnya dua rumah ibadah atau rumah doa yakni Mushola Al-Hidayah untuk umat Muslim dan Rumah Doa Wale Zebaoth untuk umat Muslim, yang menyerap anggaran mencapai Rp 225 juta ini, sebagai bukti ke-bhinnekaan.

“Kita sangat menghargai kebhinekaan. Kedepan rumah ibadah ini bisa dimanfaatkan oleh semua personil Polres Minahasa untuk beribadah. Saya berharap ini bisa dijaga dan dirawat dengan baik agar bisa awet,” kata dia.

Saat awal membangun, Situmorang mengaku dirinya sempat ragu, karena berpapasan dengan bencana non alam COVID-19, yang tentunya berpengaruh saat akan mencari anggaran pembangunan.

“Awalnya sempat ragu, tapi puji Tuhan bisa rampung,” pungkasnya.(fernando lumanauw).

Leave a Reply