Bantuan Sapi Liandok Diduga Tak Sesuai Spek, Indikasi Korupsi Melejit, Herodes Bakal Bawa Kasus ke Rana Hukum

Kondisi salah satu bantuan yang disalurkan Dinas Tranmigrasi ke masyarakat Desa Liandok Misel.

Kondisi salah satu bantuan yang disalurkan Dinas Tranmigrasi ke masyarakat Desa Liandok Misel.

Minsel – Kordinator Lembaga Investigasi Tindak Pidana Anti Korupsi dan Hukum Kinerja Aparatur Negara, Jefran Herodes De’Jong mengatakan, penyaluran bantuan sapi di Transmigrasi Desa Liandok, Minahasa Selatan diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Dengan begitu, dana pengadaan bantuan tersebut pun diduga di Marck-up.

“Sesuai hasil investigasi, kami mendapati penyaluran bantuan itu tidak sesuai spesifikasi. Dimana, sapi yang seharusnya diterima masyarakat berumur delapan bulan hingga satu tahun, malah saat diserahkan hanya berumur enam sampai tujuh bulan saja,” kata Herodes kepada sejumlah wartawan baru-baru ini.

Dalam kasus itu tambah Herodes, pihaknya telah menentang Kepala Dinas Transmigrasi, PPK, dan pihak ke tiga untuk bersama-sama melakukan uji publik, tapi tidak ditanggapi dengan serius. “Oleh karena itu, kami akan segera melaporkan masalah ini ke instansi terkait. Agar nantinya bisa diusut dan diproses,” tambah Herodes.

“Karna kuat duagaan, bantuan yang menghisap anggaran ratusan juta ini telah disalahgunakan. Serta ada beberapa pihak yang mengalami keuntungan lebih, sedangkan pihak penerima yaitu, masyarakat Liandok justru dirugikan. Nanti kita akan bawah kasus ini ke ranah hukum,” sambungnya.

Dijelaskan Herodes, bantuan yang menyerap anggaran jutaan rupiah itu bersumber dari APBN Tahun 2015. Disalurkan melalui Dinas Trasmigrasi Minsel.

“Kami menemukan adanya kejanggalan. Untuk itu, kami akan melengkapi berkas dan segera melaporkan temuan ini ke instansi terkait. Sedangkan, Kepala Dinas, Meidy Maindoka ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan masih akan mengecek penyaluran bantuan itu,” papar Herodes.

Joy Tielung salah satu Tokoh Muda di Misel kepada wartawan mengaku, sangat mendukung langkah dari Lembaga Investigasi Tindak Pidana Anti Korupsi. Ia pun meminta kepada Herodes agar kasus pengadaan bantuan kepada warga itu segera dilaporkan ke Kejaksaan atau Polisi.

“Sebaiknya temuan ini langsung diproses saja. Masyarakat Transmigrasi Liandok tahun kemarin mengalami beberapa permasalahan yang impasnya merugikan masyarakat setempat. Agar bantuan berikut tidak lagi ada masalah,” ketus Joy.

Sedang, Ifke Solambela salah satu PPK pengadaan bantuan yang dinilai masalah ini ketika dihubungi melalui pesan singkat mengatakan, hasil pengadaan barang sudah sesuai spesifikasi. “Umur dan tinggi sapi sudah sesuai spek sewaktu diterima dilokasi,” kata Solambela singkat.(jenglen manolong)

Leave a Reply