Barracuda Polda Sulut Sikat Ratusan Tong Sianida Tidak Berijin di Minut, Pemilik Asal China Diamankan

Manado – Tim Barracuda Polda Sulut, Sabtu pecan lalu berhasil menyita 316 tong zat sianida tanpa ijin yang tersimpan dalam gudang Desa Tatelu Rondor, Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara (Minut). Selain menyita 316 tong zat sianida, polisi juga berhasil mengamankan pemilik berinisial A.

Komandan Tim (Dantim) Barracuda Polda Sulut, AKBP Arya Perdana SIK SH MSi mengatakan, penggerebekan tersebut dilakukan berkat adanya informasi dari masyarakat.

Mendapat informasi itu, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan. Hingga, Sabtu (24/10/2015), sekitar pukul 23.30 Wita, sebanyak 25 personil Barracuda dengan senjata lengkap langsung menuju lokasi.

Pelak saja, sang pemilik tak berkutik ketika tim elit Polda Sulut melakukan penggerebekan. Pemilik asal China itu pun tak bisa menunjukan surat ijin penimbunan bahan sianida tersebut.

“Alasan digrebeknya lokasi penyimpanan zat yang populer digunakan untuk kegiatan pertambangan emas ini adalah belum ada ijin dari Pemerintah Provinsi (Pemprov),” kata AKBP Arya Perdana kepada sejumlah wartawan saat memimpin Tim Barracuda dalam mengevakuasi korban kebakaran di tempat karaoke Inul Vista.

“Bahan itu didatangkan dari Surabaya lewat jalur laut ke Bitung. Bahan itu baru tiba tapi tidak memiliki ijin menimbun, menyimpan dan menggunakan dari Pemprov Sulut. Ini juga melanggar Staatsblad No 377 tahun 1949 tentang Bahan-Bahan Berbahaya. Si pemilik tidak dapat menunjukkan ijin dari pihak berkompeten,” sambungnya.

Pria humanis terhadap awak media namun garang bagi para penjahat itu juga menambahkan, jika dalam penyelidikan tim mendapati bahan yang kerap digunakan untuk memisahkan kandungan emas dari material lainnya dan bahan dasar pembuatan kertas, tekstil dan plastic tersebut mencapai 360 ton.

Namun ketika digerebek, jumlah zat yang juga dimanfaatkan sebagai racun untuk penangkapan ikan ilegal ini ternyata tinggal 316 tong. (jenglen manolong)

Leave a Reply