Bedah Kemerdekaan Budaya Minahasa

 Komunitas Pers Minahasa (PersMin), bekerjasama dengan Mawale Cultural Center (MCC), Gerakan Mahasiswa Minahasa (GMM) dan Gerakan Minahasa Muda (GMM), menggelar diskusi bedah buku "Memerdekakan Tou Minahasa"

Komunitas Pers Minahasa (PersMin), bekerjasama dengan Mawale Cultural Center (MCC), Gerakan Mahasiswa Minahasa (GMM) dan Gerakan Minahasa Muda (GMM), menggelar diskusi bedah buku “Memerdekakan Tou Minahasa”

Minahasa – Komunitas Pers Minahasa (PersMin), bekerjasama dengan Mawale Cultural Center (MCC), Gerakan Mahasiswa Minahasa (GMM) dan Gerakan Minahasa Muda (GMM), menggelar diskusi bedah buku “Memerdekakan Tou Minahasa”, hasil editor Denni HR Pinontoan, Rickson Ch Karundeng dan Meidy Y Tinangon SSi MSi, bertempat di stand pameran Pers Minahasa, Stadion Maesa Tondano, Kamis (07/11).

Buku yang ditulis sejumlah pakar dan pemerhati budaya Minahasa, seperti Matulandi PL Supit, Riane Elean, Daniel Kaligis, Ivan RB Kaunang, Greenhill G Weol, Meidy Y Tinangon, Freddy MSB Wowor, Yanny YAG Marentek, Rickson Ch Karundeng, Denni HR Pinontoan, Venly D Massie, Ruth Wangkai dan Bodewijn OGJ Talumewo, diterbitkan Mawale Cultural Center, cetakan pertama April 2013, setebal 252 halaman.

Dalam beda buku ini dihadirkan sejumlah komentator seperti, Erick Mingkid dan Pdt DR Jhonly Lintong, yang dipandu moderator, Rickson Ch Karundeng.

Acara menjadi menarik ketika para peserta yang hadir dari berbagai latar belakang, memberikan komentar seputar isi buku dan budaya Minahasa, tentang bagaimana menambahkan ataupun mengoreksi isi buku tersebut.

“Tidak ada yang kami sanggah dalam setiap komentar yang muncul, karena dalam forum ini kita saling melengkapi satu dengan yang lainnya tentang bagaimana sebenarnya konteks kebudayaan di Minahasa itu sebenarnya,” ujar Erick Mingkid.(fernando lumanauw)