Beraktifitas di Perkebunan Rombe Tanpa Izin Akan Diproses Hukum

Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa bersama TNI Kodim 1302 Minahasa dan Polres Minahasa, memasang papan bertuliskan larangan melakukan aktifitas di perkebunan Rombe, yang merupakan perbatasan antara Desa Tonsealama dan Kelurahan Marawas Kecamatan Tondano Utara, Kamis (25/05) pagi.

Papan bertuliskan “Pengumuman Larangan Melakukan Kegiatan Apapun Diwilayah Ini Tanpa Ijin Dan Apabila Ada Yang Melanggar Akan Diproses Hukum Sesuai Ketentuan Yang Berlaku” ini, ditancapkan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekdakab Minahasa Dr Denny Mangala MSi, bersama Kapolres Minahasa AKBP M Denny I Situmorang SIK dan Dandim 1302 Minahasa Letkol Inf Slamet Raharjo SSos MSi.

Mangala mengatakan, pemasangan papan larangan ini dikarenakan sengketa lahan yang terjadi antara sejumlah warga Kampung Jawa Kelurahan Tondano Utara dan Marawas, belum ada penyelesaian, sehingga wilayah tersebut dalam status quo.

“Pemasangan papan larangan beraktifitas ini bukan sekedar seremoni, melainkan komitmen bersama dengan Forkopimda dan semua warga, sebelum persoalan sengketa lahan selesai,” tukasnya.

Dia kemudian meminta kepada semua warga yang bersengketa pada wilayah ini agar mematuhi dan menghormati langkah pemerintah, sambil menunggu titik temu permasalahannya.

“Apa yang disepakati saat ini kiranya dapat dihargai dan dihormati. Kita berharap persoalan ini bisa segera selesai. Kami mengharapakan kerjasama dan topangan masyarakat, untuk mempercayakan masalah ini kepada pemerintah dan aparat,” pungkasnya.

Sementara, pemasangan papan larangan ini turut disaksikan pemerintah Desa Tonsealama yakni Hukum Tua Estefanus Dimpudus AMd, Lurah Kampung Jawa Surianto Mertosono SP dan juga Lurah Marawas Franky Timontiling SE, serta tonoh agama dan tokoh masyarakat setempat.(fernando lumanauw)

Leave a Reply