Berkas Perkara Tiga Tersangka Tembus Pengadilan, Kasus Korupsi Liandok Minsel Segera Sidang

Manado – Kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Transmigrasi dan Jamban Keluarga (RTJK) di Desa Liandok, Kabupaten Minahasa Selatan, yang mengakibatkan terjadinya kerugian negara Rp 2,4 miliar siap berproses di Pengadilan Tipikor Manado.

Informasi ini dibeberkan Panmud Pidsus, Marthen Mendila dan turut dibenarkan Humas PN Manado, Willem Rompies. “Ada berkas limpah dari Kejari Amurang, tiga tersangkanya. Sudah ditetapkan, Majelis Hakimnya Jemmy Lantu, Darius Naftali dan Arkanu,” sebut Mendila, Rabu (16/12/2015).

Masuknya berkas ketiga tersangka masing-masing, Joel Ch Kumajar (Pejabat Pembuat Komitmen), Denny Jefrie Kondoy dan Jefry Prang selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada Disosnakertrans Minsel, menjadi tanda bahwa dalam waktu dekat ini, sidang korupsi di Minsel itu siap digelar.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketiga oknum itu terjerat hukum, begitu tim khusus Kejaksaan Agung RI yang dipimpin Jeffry Makapedua, terjun langsung dalam penanganan kasus. Hasil investigasi dan bukti-bukti yang cukup, lantas jadi acuan Alumnus Fakultas Hukum Unsrat ini untuk menetapkan ketiganya sebagai tersangka.

Selanjutnya, berkas Prang cs dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Amurang melalui Kejaksaan Tinggi Sulut untuk diproses ke pengadilan. Ketiganya diduga kuat telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau korporasi yang mengakibatkan kerugian negara, dalam proyek RTJK yang menelan anggaran sebesar Rp3,4 miliar untuk 100 unit rumah tipe 36.

Namun, penyimpangan akhirnya terkuak, begitu proses pembayaran atas pekerjaan RTJK tak sesuai dengan hasil pekerjaan. Dimana, realisasi bobot pekerjaan PT Underkon Cipta Pratama ternyata hanya mencapai 65,05%. Tapi, Prang selaku KPA malah menyetujui proses pembayaran 100%. Menariknya lagi, hasil pemeriksan dan temuan, menunjukan kalau pekerjaan tidak sesuai bestek.(jenglen manolong)

Leave a Reply