by

Bisa Hasilkan Hingga Ratusan Juta, Sereh Wangi Jadi Komoditas Menjanjikan Bagi Para Petani

Minahasa – Tanaman Sereh Wangi bisa menjadi salah satu komoditas pertanian yang sangat menjanjikan bagi para petani di Kabupaten Minahasa, bahkan secara umum di Sulawesi Utara.

Tanaman yang memiliki nama latin Cymbopogon Nardus ini memiliki banyak kegunaan dan menjadi salah satu olahan untuk bahan campuran di berbagai macam produk, mulai dari minyak wangi, sabun, hingga campuran bahan bakar kendaraan bermotor.

Ditambah lagi, tanaman ini cocok dengan udara yang ada di Sulut, sehingga hal ini menarik perhatian khusus para investor. PT Indeso Aroma, salah satu perusahaan ternama di Indonesia ini, kemudian menjadi off taker bagi para petani, untuk membudidayakan tanaman Sereh Wangi atau Citronella Grass di perkebunan Desa Tountimomor Kecamatan Kakas Barat, lewat Koperasi Produsen Maesa Mitra Jaya.

Ketua Koperasi Produsen Maesa Mitra Jaya, Herly Walandouw mengatakan, dirinya termotivasi mengembangkan usaha tumbuhan tersebut karena melihat potensi lahan di Sulut, secara khusus di Minahasa, yang sangat subur namun tidak digarap yang akhirnya menjadi lahan tidur.

“Sereh Wangi ini sangat mudah dibudidayakan. Tanaman ini mudah tumbuh dimana saja karena sifatnya seperti rumput, apalagi lahan kita ternyata sangat mendukung sehingga kualitas yang dihasilkan diatas rata-rata yang menjadi standar kadar minyaknya,” terang Walandouw.

Lanjut kata dia, tanaman ini tidak memerlukan perlakuan khusus. Hanya cukup dirawat selama enam sampai delapan bulan awal dengan pupuk kompos, kemudian setelah itu bisa dipanen tiga bulan sekali dan bisa sampai berumur delapan tahun.

“Kalau sudah tumbuh dan sudah bisa dipanen, petani tinggal tunggu tiap tiga bulan panen. Setiap panen, kalau setiap petani menggarap satu hektar lahan, maka ada sekitar 10 sampai 15 ton dalam sekali panen. Itu akan menghasilkan minyak sampai 100 Kg, yang dikalikan dengan harga yang kita ambil dari petani senilai Rp 150 ribu per Kg, maka akan ada 10 sampai 15 juta per tiga bulan. Kita saat ini sedang mengolah lahan sebesar 25 hektar di Sulut yang melibatkan banyak petani,” tukasnya.

“Kita membuka peluang bagi para petani untuk mengembangkan tanaman ini lewat Koperasi Maesa Mitra Jaya. Petani tak perlu khawatir soal pasarnya karena kita yang buka peluang pasarnya, petani tidak perlu repot-repot cari pembeli, kita yang akan beli dengan harga paling murah Rp 150 ribu per Kg,” tambah Walandouw.

Walandouw menerangkan, Koperasi Maesa Mitra Jawa adalah koperasi yang dikelolah oleh orang-orang profesional. Dimana, di dalamnya ada empat orang bergelar profesor, ada mantan Kepala Dinas Pertanian, bahkan ada mantan Menteri.

Sementara, Prof Ferry Rumengan selaku Ketua Dewan Penasihat Koprasi Maesa Mitra Jaya menuturkan, Sereh Wangi dapat mendongkrak ekonomi dari sektor pertanian, untuk mensejahterakan masyarakat petani.

“Hasil dari tanaman ini menjanjikan bagi kesejahteraan petani. Tapi, yang paling penting juga adalah, adanya off taker. Mereka ini yang akan menjadi penjamin komoditas hasil pertanian ini ke pasar yang lebih besar, sebab pasar yang paling pokok. Nah, Koperasi Maesa Mitra Jaya ini menjadi salah satu penjamin,” ujarnya.(fernando lumanauw)

Comment

Leave a Reply

News Feed