BPBD Tomohon Terus Pantau Resiko Bencana

Lokasi longsor Tinoor

Lokasi longsor Tinoor

Tomohon – Potensi bencana di Kota Tomohon semakin hari semakin besar. Bukan hanya Gunung Lokon yang mengancam dengan letusan, namun resiko longsor dan banjir. Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kota Tomohon, Robby Kalangi menuturkan sesuai instruksi Walikota Jimmy Eman, pihaknya terus mobile dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan awal jika terjadi bencana.

“Dari peta penanggulangan bencana, memang Tomohon memang rawan bencana. Jadi Pemkot Tomohon benar-benar mengeluarkan tenaga ekstra untuk siap siaga memantau sekali resiko kemungkinan bencana yang akan terjadi,”terang Kalangi.

Contoh kongkrit adalah selalu berkoordinasi dengan BPBN mengenai status Gunung Lokon yang sampai saat ini masih tetap dalam status siaga level 3.

“Begitu pun dengan lokasi longsor di jalan Tinoor-Manado yang sampai saat ini masih dalam pengawasan. Karna meski longsor sudah tak terjadi, tapi potensi ancaman masih besar mengingat musim hujan masih terus terjadi,” tegas Kalangi.

Kalangi pun menghimbau warga Tomohon tetap waspada pada bencana terutama longsor dan banjir.

“Jauhi titik-titik yang rawan longsor meski memang sudah dilarang masuk ke area-area tersebut. Juga untuk warga yang baru-baru ini terkena wanjir yakni di Kelurahan Matani 3 dan Walian untuk waspada, menjaga lingkungan lingkungan,” tandas Kalangi.

Terkait evakuasi lokasi pasca bencana, BPBD Tomohon masih mengerahkan dua alat berat di lokasi longsor Tambulinas untuk membersihkan sisa-sisa material pasca longsor.

Sebelumnya Walikota Jimmy Eman mengatakan Pemkot Tomohon akan terus melakukan pembenahan dan pemulihan pasca bencana.

“Memang untuk masalah dana, Pemkot Tomohon masih ada kendala karna saat ini dana tanggap darurat yang tertata di APBD masih kecil. Namun ke depan akan dipikirkan lagi untuk menambah alokasi dana ini karna saat ini Tomohon memang sudah rawan bencana,” terang Walikota.

Namun begitu, Pemkot akan berkoodinasi dengan pemerintah provinsi untuk rehabilitasi jalan dan fasilitas yang rusak.

“Bencana memang tak bisa ditebak kapan datang. Namun kewaspaan dari awal bisa meminimalizir resiko yang terjadi. Untuk itu warga saya ingatkan untuk tetap hati-hati dan waspada,” tandas Walikota. (Maria Wolajan)

Leave a Reply