BPJS Kesehatan terapkan Vedika di rumah sakit

Manado – BPJS Kesehatan menerapkan implementasi verifikasi digital klaim (Vedika) bagi fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) mulai 1 Mei 2018.

“Perkembangan teknologi informasi nyatanya lebih memudahkan berbagai hal termasuk dapat dimanfaatkan dalam proses verifikasi klaim tagihan pelayanan kesehatan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS),” kata Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari di Jakarta, Jumat.

Dalam rilis yang diterima Antara Biro Sulawesi Utara tersebut, salah satu sasaran strategis organisasi adalah terwujudnya layanan JKNB berkualitas dan berkeadilan yang diukur dengan indikator antara lain tingkat kepuasan fasilitas kesehatan. 
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mempercepat proses verifikasi, sehingga rumah sakit mendapatkan kepastian waktu pembayaran klaim lebih akurat dan lebih cepat dibandingkan dengan proses klaim konvensional, katanya.

Andayani memaparkan Vedika adalah proses verifikasi terhadap klaim yang diajukan oleh rumah sakit menggunakan aplikasi verifikasi digital yang dilakukan di kantor cabang/kantor kabupaten dan kota BPJS Kesehatan.

Tujuan dari implementasi Vedika ini adalah meningkatkan kepuasan peserta melalui peningkatan pelayanan di fasilitas kesehatan, meningkatkan kepuasan fasilitas kesehatan terhadap proses administrasi klaim BPJS Kesehatan dan simplifikasi proses klaim pelayanan di FKRTL.

Selain itu juga sentralisasi data dan peningkatan akurasi data pelayanan serta digitalisasi proses penjaminan pelayanan di fasilitas kesehatan.

Andayani juga mengungkapkan bahwa pertambahan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan terus meningkat dan membuka peluang besar bagi penduduk memanfaatkan layanan kesehatan program JKN-KIS.
Peningkatan cakupan kepesertaan yang cukup signifikan yang diiringi dengan keterbukaan akses tentu menyebabkan meningkatnya jumlah klaim yang harus segera diverifikasi.

“Keadaan ini menantang BPJS Kesehatan untuk terus mengembangkan cara baru pengelolaan klaim yang lebih efektif dan lebih efisien. Untuk itu kami melucurkan program Vedika yang saat ini sudah diimplementasikan di 2.306 rumah sakit di seluruh Indonesia,” katanya menambahkan.
Pada perjalanannya, rumah sakit yang telah komitmen mengimplementasikan Vedika terus mengalami pertambahan fasilitas kesehatan setiap bulannya.

Dimulai dari implementasi di 216 rumah sakit pada bulan Oktober 2017, 583 rumah sakit di bulan November 2017, 1.236 rumah sakit di bulan Desember 2017, 1.528 rumah sakit di bulan Januari 2018, 1.745 rumah sakit di bulan Februari, dan 2.275 rumah sakit di bulan Maret 2018.

Hingga saat ini bahkan sebanyak 2.306 FKRTL telah melaksanakan dan komitmen Vedika.

Artinya sebanyak 99.7 persen FKRTL provider BPJS Kesehatan telah mengimplementasikan Vedika.

BPJS Kesehatan mengapresiasi komitmen rumah sakit yang sudah menyambut baik kehadiran Vedika, dan targetnya dalam waktu dekat seluruh rumah sakit yang bekerja sama telah mengimplementasikan Vedika sehingga tidak adalagi aplikasi lokal untuk eligibilitas peserta di rumah sakit karena semua rumah sakit sudah menggunakan aplikasi V-claim online secara terpusat, jelas Andayani.

Sejalan dengan implementasi Vedika, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Rumah Sakit juga berkomitmen untuk mengoptimalkan fungsi pemberian informasi dan penanganan pengaduan yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan unit pengaduan rumah sakit melalui penempatan petugas untuk pelayanan informasi dan penanganan pengaduan (PIPP) secara “on site” maupun “mobile” dengan dukungan aplikasi Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan (SIPP) yang terkoneksi secara online realtime.

Dengan demikian permintaan informasi dan pengaduan dapat direspon bersama oleh rumah sakit dan BPJS Kesehatan secara cepat, tepat dan terdokumentasi dengan baik.

Sampai dengan 20 April 2018, jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai 196.272.696 jiwa atau lebih dari 75 persen dari total penduduk Indonesia.
BPJS Kesehatan sudah bekerja sama dengan 22.006 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 2.380 FKRTL serta 2.631 Fasilitas Kesehatan Penunjang (Apotik dan Optik).

Di tahun 2017 indeks kepuasan fasilitas kesehatan (faskes) yang melayani pasien JKN-KIS secara total mencapai 75,7 persen. khusus di FKTP indeks kepuasan mencapai 75,9 persen, FKRTL sebesar 75,2 persen.
Angka-angka tersebut termasuk dalam kategori tinggi, dan sesuai angka yang ditetapkan pemerintah.

Leave a Reply