Bupati JWS Terima Kunjungan Wakapolda Sulut di Ruang Kerjanya

Minahasa – Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, Rabu (22/11) pagi, mendapat kunjungan dari Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Utara (Sulut) Brigjen Pol Drs Johanis Asadoma MHum, diruang kerjanya, Kantor Bupati Minahasa, Tondano.

Pantauan Cybersulutnews.co.id, Wakapolda Asadoma didampingi Kapolres Minahasa AKBP Chris Pusung dan beberapa Perwira Polda Sulut lainnya, nampak berbincang ringan, sebelum memasuki ruang sidang Kantor Bupati, bertatap muka dengan jajaran Pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa.

Saat berada di ruang sidang, Bupati JWS yang mengawali pertemuan atau tatap muka tersebut dengan sambutan selamat datang, mengapresiasi dan menyambut baik kunjungan Kapolda Sulut Johanis Asadoma di Kabupaten Minahasa, untuk bertemu dengan jajaran Pemkab Minahasa.

“Hubungan antara Pemkab Minahasa dan pihak Kepolisian, baik Polres Minahasa maupun Polda Sulut, terjalin baik, dimana sinergitas keduanya berjalan dengan baik. Hal terbukti atas peran Kepolisian dalam menciptakan suasana kondusif di wilayah Minahasa dan menekan angka kriminalitas,” tukas JWS sembari mengucapkan selamat datang dan memohon nasehat dari Wakapolda.

Sementara, Wakapolda Asadoma dalam sambutannya mengatakan, kunjungannya ke Kabupaten Minahasa sebenarnya sudah yang kesekian kali sejak menjabat Wakapolda Sulut. Hanya saja, menurutnya, kunjungan kali ini ke Minahasa merupakan kunjungan kerja khusus untuk memantai situasi di Minahasa, mulai dari tingkat keamanan, kondusifitas ditengah masyarakat dan memantau dari dekat sarana dan prasarana penunjang kinerja Kepolisian di Minahasa.

“Ini bentuk kepedulian kami terhadap Minahasa, dengan turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi, melihat sarana dan prasarana Kepolisian di Kabupaten Minahasa, termasuk juga bertemu dengan para pejabat di Pemkab Minahasa ini,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tinju Nasional ini.

“Tugas Polri ada tiga yakni, pemelihara keamanan, penegakan hukum, serta pengayom atau pelindung masyarakat. Untuk bekerja maksimal menegakkan ketiga hal ini, maka perlu ditunjang dengan sarana dan prasarana yang menunjang. Tentunya, Polri juga sangat membutuhkan dukungan kerja sama dari semua stakeholder terkait, termasuk jajaran Pemkab Minahasa, untuk memaksimalkan kinerja Polri di Minahasa,” ujar Asadoma lagi.

Selanjutnya, Asadoma memaparkan bahwa, masalah keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Minahasa adalah soal penganiayaan yang bermula dari (Miras). Dikatakannya, dari 28 tahanan yang ada di rumah tahanan Polres Minahasa saat ini, sebagian besar adalah kasus penganiayaan yang berawal dari miras.

“Ini perlu mendapat perhatian khusus. Kita harus kampanye intensif dan secara besar besaran untuk perangi miras, bukan hanya Polisi, melainkan seluruh elemen masyarakat,” tandas Asadoma sembari menambahkan bila bahaya narkoba juga menjadi ancaman serius bagi generasi muda di Minahasa.(fernando lumanauw)

Leave a Reply