Bupati ROR Optimis RSUD Sam Ratulangi Akan Terakreditasi Ulang Tepat Waktu

Minahasa – Menanggapi persoalan akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Sam Ratulangi Tondano yang pada 29 Mei nanti akan segera berakhir, Bupati Minahasa Ir Royke Octavian Roring MSi optimis RSUD kebanggaan tou Minahasa ini akan segera terakreditasi ulang tepat waktu.

Hal ini dikatakan Bupati ROR kala dirinya menghadiri Rapat Paripurna di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Minahasa, Selasa (07/05) kemarin.

“Kami optimis Tim Akreditasi akan segera turun secepatnya agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan normal,” kata ROR.

Lanjut kata dua, memang perlu dijelaskan kepada seluruh masyarakat Minahasa bahwa, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi dalam perjanjian kerjasama dengan BPJS Kesehatan yakni Akreditasi Rumah Sakit, untuk menjamin standar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesuai dengan apa yang diharapkan

“Pihak RSUD Dr Sam Ratulangi Tondano sudah mengajukan permohonan untuk pelaksanaan akreditasi. Namun memang, itu masih menunggu Tim Akreditasi yang belum turun melakukan Validasi Data Akreditasi. Kami optimis itu akan segera terlaksana sebelum batas waktu,” tukasnya.

Sebelumnya diberirakan, Kerjasama antara BPJS Kesehatan Cabang Tondano dengan RSUD Dr Sam Ratulangi Tondano, terancam terhenti. Hal ini menyusul akan berakhirnya masa berlaku akreditasi RSUD Sam Ratulangi Tondano, pada 29 Mei nanti.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tondano Doni Jembar Saefuddin, kepada sejumlah wartawan dalam konfrensi pers yang digelar di Kantor Cabang Tondano BPJS Kesehatan, Kamis (02/05) siang lalu mengatakan, akreditasi RSUD Sam Ratulangi Tondano akan berakhir 29 Mei nanti.

Bila akreditasi ini tak diperpanjang hingga 30 Mei nanti, maka BPJS akan menghentikan sementara kerjasama dengan RS ini. Sebab menurutnya, akreditasi merupakan salah satu syarat wajib untuk memastikan peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu, sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan regulasi yang berlaku.

“Akreditasi merupakan bentuk perlindungan pemerintah dalam memenuhi hak setiap warga negara agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan bermutu oleh fasilitas pelayanan kesehatan. Akreditasi ini tidak hanya melindungi masyarakat, juga melindungi tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit itu sendiri,” ungkapnya.

“Akreditasi merupakan persyaratan utama bagi RS yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Kami sudah berkali-kali mengingatkan RS yang menjadi mitra kerja kami agar mengurus akreditasi, termasuk RSUD Sam Ratulangi yang akan berakhir 29 Mei 2018. Jadi, bila ini tak dipenuhi maka secara sistem RSUD Sam Ratulangi tidak akan terbaca dan tak bisa melayani peserta BPJS,” kata Jembar.

Disinggung soal peserta BPJS yang bila nanti membutuhkan pelayanan kesehatan, Jembar mengatakan bahwa mereka akan dialihkan ke RS lain yang menjadi mitra kerja BPJS Kesehatan. “Untuk pasien peserta JKN-KIS, akan dialihakan oleh Dokter keluarga atau Puskesmas dengan merujuk ke RS lain yang menjadi mitra kerja. Kami melakukan ini tujuannya hanya satu, agar pasien dilayani sesuai standart pelayanan oleh RS,” tukasnya.

“Kami berharap masyarakat juga bisa memahami hal ini, bahwa RSUD Sam Ratulangi Tondano tidak bisa lagi melayani BPJS bila tidak memperpanjang akreditas hingga 30 Mei, dan pelayanan kesehatan untuk sementara akan dialihakan,” pungkasnya.

Sementara, pihak RSUD Sam Ratulangi Tondano sendiri ketika dikonfirmasi melalui Dirut dr Maryani Suronoto MBiomed, tak menampik hal tersebut. Menurutnya, itu memang sudah aturan yang harus dipenuhi, dan bisa berhenti bila akreditasinya tak diperpanjang.

Hanya saja menurutnya lagi, pihak RSUD Sam Ratulangi Tondano telah mendaftar ke Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) sejak Maret lalu untuk pepanjangan akreditasi, namun baru akan dinilai pada 21-24 Mei mendatang.

“Kami sudah mengajukan ke KARS sejak Maret lalu dan sudah mendapat jadwal pemeriksaan oleh tim akreditasi pada 21-24 Mei. Kita lihat saja nanti hasil yang akan dikeluarkan KARS kapan. Kita berharap sebelum tanggal 29 Mei nanti sudah keluar,” kata Suronoto.(fernando lumanauw)

Leave a Reply