Bupati ROR Tuding PLN Tak Peka Dengan Persoalan EG di Danau, Ini Tanggapan Pihak PLN

Minahasa – Bupati Minahasa Ir Royke Octavian Roring MSi menilai PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tak perduli dengan persoalan Eceng Gondok (EG) di Danau Tondano, yang kian parah dan mengganggu.

Bupati ROR menuding bila PT PLN tak mau terlibat dalam upaya penyelamatan Danau Tondano dari bahaya EG, dimana menurutnya bahwa PLN hanya diam saja tanpa mau membantu dan mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, memberantas EG.

“Kami sesalkan sikap PLN. PLN tidak menunjukkan kepedulian terhadap Danau Tondano. Sampai sekarang, sejak saya menjadi Bupati, tidak menunjukkan kenersamaan untuk mengatasi Danau, yang ada hanya datang protes saja karena EG di saluran DAS Tondano. Padahal tanpa Danau Tondano, PLN tidak bisa memutar turbin. Jadi harus sama- sama kita bekerja sama,” kata Bupati, sembari menambahakan bila PLN juga selama ini tidak pernah memberikan bantuan dana untuk atasi EG, selama dia menjadi Bupati.

Sementara, terkait tudingan ini, pihak PT PLN, melalui Manager UL Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Tonsealama Sonny Lembong, kepada wartawan mengatakan, pihaknya sudah terlibat aktif selama ini, dimana sebagai contoh menurutnya, belum lama ini PLN memasang penghalang bambu di hulu Sungai untuk menghalangi EG masuk di DAS Tondano.

“Kami juga sudah turut terlibat langsung mengangkat EG di Danau Tondano, baik melalui kerja bakti dengan melibatkan personil PLN, juga melibatkan alat berat jenis Ekskavator milik PLN untuk mengangkat EG di Danau Tondano,” kata Lembong.

Mungkin saja, menurutnya, tidak ada informasi yang masuk ke Bupati bila pihaknya sudah melakukan banyak hal di Danau Tondano, termasuk kerja bakti mengangkat EG dan menerjunkan alat berat Ekskavator. Apalagi kata dia, kerja mereka tidak pernah terekspose di Media Massa.

“Bisa juga Bupati menyimpulkan kami tidak mendukung penyelematan Danau Tondano ketika waktu itu beliau melihat bahwa EG di Sungai Tondano sangat banyak. Padahal kami aktif mengangkat itu, hanya saja EG yang masuk dari Danau cukup banyak sehingga kelihatan tidak mengangkat padahal ada,” tukasnya.

“Atau mungkin saja Bupati mengambil kesimpulan seperti itu dikarenakan, pernah ada undangan dari Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw dan Pemkab Minahasa untuk hadir pertemuan pada akhir tahun lalu, namun undangan itu tidak sampai kepada kami dan akhirnya kami tidak bisa hadir sehingga mungkin akhirnya dianggap tidak mendukung program pemerintah,” timpal Lembong.

Namun, pihaknya akan bertemu langsung dengan Bupati Minahasa untuk meluruskan hal ini dalam waktu dekat. “Tapi yang pasti kami akan melakukan pertemuan langsung dengan Bupati dalam waktu dekat, dan juga akan melibatkan media,” pungkasnya.(fernando lumanauw)

Leave a Reply