Cabuli Gadis 13 Tahun, Mahasiswa Unima Ini Terancam 15 Tahun Penjara

MINSEL – HT alias Hardi (28), warga Desa Tenga, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Minggu (30/10/2016), diamankan anggota Buser Polsek Tenga. Pasalnya, Hardi yang tercatat sebagai mahasiswa Unima Tondano semester akhir ini, diduga telah melakukan percabulan terhadap anak gadis 13 tahun.

Dari informasi yang diperoleh, pelaku Hardi diamankan petugas saat sedang nongkrong di salah satu bengkel motor yang berlokasi di Desa Tenga. Kanit Reskrim Polsek Tenga, Bripka Alvian Lamonge menjelaskan, pelaku mulai diburu ketika pihaknya menerima aduan dari ibunda korban.

Dimana, anak gadis kesayangannya telah dikangkani pelaku. Aksi bejat itu pun dialami korban sejak awal Juni lalu. Sedangkan, peristiwa itu dilakukan saat kerabat dekat korban sedang tidak berada di rumah.

“Jadi kronologis penangkapan berawal dari laporan ibu korban. Jadi, korban ini merupakan warga Desa Munte, Tumpaan Minsel. Dia (korban) ini diketahui sering berada di Desa Tenga. Karena kakak perempuannya berada di sana. Nah, antara korban dan pelaku lalu menjalin asmara. Seiring berjalannya waktu, pelaku lalu membujuk korban untuk bersetubuh. Mereka melakukannya saat kakak korban keluar rumah,” jelas Bripka Lamonge.

Lebih lanjut dijelaskannya, meski sang korban masih menempuh studi di Sekolah Menengah Pertama (SMP), adegan layak sensor itu sudah sering diperagakan keduanya. Atas berbuatan tersebut kata Bripka Lamonge, pelaku dijerat Pasal 81 (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU No.23 Tahun 2003 Tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukumannya maksimal 15 Tahun penjara,” pungkasnya. (jenglen)

Leave a Reply