Cuaca Ekstrim, Tak Bisa Melaut, Nelayan Sitaro Banting Setir

Ondong – Cuaca ekstrim masih melanda perairan Sitaro, selang tiga pekan terakhir.

Pasca adanya tiupan angin kencang membuat perairan saat ini bergejolak dengan tinggi ombak dua hingga tiga meter.

Kondisi ini membahayakan nelayan untuk melakukan rutinitas melaut.

Sejumlah nelayan memilih menambatkan perahu di pinggir pantai.

Mereka memilih beralih profesi untuk mencari nafkah memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saat ini ombak masih tinggi. Kami tidak berani melaut karena membahayakan keselamatan,” ujar Deswan Sumenda, nelayan Kecamatan Siau Timur Selatan, di Ulu kemarin.

Dengan demikian, lanjut Deswan, untuk mengisi waktu luang ia lebih memilih menjadi tukang ojek.

“Pergi melaut masih beresiko. Sehingga untuk sementara gantung jala dan jadi tukang ojek. Pendapatannya lumayan untuk beli kebutuhan hidup sehari- makan apa anak dan istri di rumah,” ucap dia lagi.

Menurut Abner Makasili, nelayan asal Kecamatan Siau Barat, mengatakan, cuaca ekstrim sering melanda pulau Siau.

Meski demikian, ia pun sudah mengambil langkah antisipasi untuk menafkahi keluarga dengan menjadi buruh bangunan.

“Kita harus pintar-pintar mencari peluang. Jangan menyerah pada keadaan. Menjadi buruh bangunan menjadi pilihan alternatif. Jika tidak, mau dikasih makan apa istri dan anak,” tandas dia.

Secara terpisah, Bupati Sitaro Toni Supit, mengatakan, solusi yang diambil oleh para nelayan sudah tepat.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya para nelayan nanti melakukan rutinitas melaut apabila kondisi laut sudah meredah. Jika pun melaut, di dekat pantai saja,” himbau bupati.(jackmar tamahari)

Leave a Reply