Dalam Dua Hari, Dua Kasus Pembunuhan Terjadi di Minahasa

Minahasa – Dalam dua hari berjalan, sedikitnya dua kasus pembunuhan terjadi di wilayah hukum Polres Minahasa, yakni di wilayah Tondano dan Langowan.

Pada Rabu (25/05) malam sekitar jam 21.00 wita, ditemukan mayat laki-laki di persawahan Kelurahan Katinggolan Kecamatan Tondano Timur teridentifikasi berinisial RH (46), warga Kelurahan Wulauan Lingkungan V Kecamatan Tondano Utara.

RH yang pertama kali ditemukan oleh lima orang saksi ini diduga kuat merupakan korban pembunuhan, sebab di tubuh korban terdapat beberapa luka tusuk dan bersimbah darah serta ditemukan sebilah pisau badik di samping kepala korban.

Menurut keterangan keluarga, RH keluar rumah sekitar jam 16.30 Wita dengan mengendarai Sepeda Motor jenis Honda Revo yang kini juga tak diketemukan karena diduga dirampok. Hingga kini, siapa pelaku pembunuhan dan kemana Sepeda Motor milik korban, masih sementara dilidik dan diburu Polres Minahasa.

Di hari berikutnya, Kamis (26/05) sore sekitar pukul 17.30 Wita, juga terjadi kasus pembunuhan di Desa Amongena III Jaga V Kecamatan Langowan Timur. Korban teridentifikasi bernama Risky Rumondor (16), warga Amongena III dan masih berstatus pelajar.

Pemicu kejadian pembunuhan tersebut terbilang sepele. Tersangka yang teridentifikasi berinisial RT alias Iyan (18), warga yang sama, nekat menghabisi nyawa korban yang tak lain adalah temannya sendiri itu berawal dari saling bergurau.

Menurut keterangan Polisi dari hasil olah tempat kejadian perkara, korban Risky bersama tersangka Iyan awalnya duduk miras di rumah tersangka. Tiba-tiba tersangka bergurau dengan melemparkan sendal ke tubuh korban. Tak terima perlakuan meski hanya bercanda, korban lalu mengajak pelaku berkelahi.

Karena sudah dalam pengaruh miras, perkelahian kemudian tak bisa dielak. Tersangka Iyan langsung mendekati Risky sehingga terjadi baku pukul antara keduanya. Perkelahian itu sempat dilerai teman mereka yakni lelaki Clivert Tumilaar, namun tersangka malah mencabut sebilah pisau badik dan menyarangkan ditubuh korban sebanyak dua kali dibagian tangan dan perut korban sehingga membuat korban terkapar.

Korban oleh teman-temannya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Budi Setia Langowan untuk mendapat perawatan. Namun sayang, tak berselang beberapa waktu korban akhirnya mengembuskan nafas terakhir. Polisi kemudian langsung memburu pelaku dan berhasil diamankan.

Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair SIK membenarkan kedua kejadian ini. Menurutnya, pihaknya saat ini sementara mengungkap kasus dugaan pembunuhan di Katinggolan dan menangani kasus pembunuhan di Amongena tersebut.

“Untuk tersangka pembunuhan di Katinggolan sementara dalam pengembangan dan memburu pelaku. Untuk kasus dengan korban Risky juga sementara ditangani Polisi. Yang pasti kedua kasus ini sedang dalam penanganan Polres Minahasa. Kami himbau kepada keluarga korban agar menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada Polisi agar tidak menimbulkan masalah baru,” ujar Syamsubair.(fernando lumanauw)

Leave a Reply