Di Bitung, Judi Togel Dijadikan Lahan Bisnis Oknum Anggota Polri

cybersulutnews.co.id

BITUNG –  Suburnya judi jenis toto gelap (togel) di Kota Bitung ternyata tak lepas dari peran aparat penegak hukum yang ada di kota tersebut. Fakta itu pun ikut terbeberkan di Pengadilan Negeri (PN) Bitung, manakala sidang pembuktian dengan Terdakwa Darman Djafar digelar, Senin 13 Agustus 2018.

Di persidangan, Penasehat Hukum dari Terdakwa Djafar, yakni Adv Anto Tahumang SH mengungkap kalau ada oknum pelaku judi togel di Bitung yang tidak ditindak, lantaran diduga telah menyetorkan sejumlah uang kepada para aparat.

Dugaan ini diperkuat dengan adanya bukti screenshot percakapan di grup whatsapp bernama grup Hoga JT. Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Antoni Mona, Adv Anto memperlihatkan bukti-bukti itu. Melalui screenshoot tersebut, ada oknum berinisial Bos Hoga yang menginformasikan sejumlah uang yang harus disetorkan kepada Timsus, Tim Buser, Polsek Matuari, Polsek Mahesa dan Wartawan, dengan maksud agar usaha judi togelnya tetap aman dan tidak ditindak oleh aparat.

cybersulutnews.co.id

Isi percakapan di grup Whatsapp Hoga JT.

Menurut informasi, Bos Hoga ini hanya tinggal 100 meter dari tempat penangkapan terdakwa Darman Djafar. Di sana si Bos Hoga membuka usaha Judi Togel yang tak pernah diusik oleh aparat. Malahan, banyak oknum polisi yang leha-leha nongkrong di tempatnya.

Adv Anto Tahumang kepada Cybersulutnews mengatakan, dirinya menerima bahwa kliennya, terdakwa Darman Djafar memang memenuhi unsur-unsur yang ada di dalam pasal 303 BIS sebagaimana yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum. Hanya saja, dirinya mempertanyakan sisi penegakan hukum aparat kepolisian yang tebang pilih.

“Kalau memang ingin memberantas kenapa tidak memberantas sampai ke akarnya. Karena kan polisi sudah tahu siapa-siapa pelakunya. Tapi ini yang mereka tangkap hanya orang-oang susah seperti klien kami, orang-orang yang tidak punya duit,” ungkap Tahumang.

“Ini semua ada permainan ya, ada setoran uang yang masuk ke petinggi-petinggi polri atau pun tim-tim yang seharusnya menangkap. Barang bukti klien kami saja hanya satu juta,” pungkasnya. (Posumah)

Leave a Reply