Diduga Rusak Lingkungan, PT Sumber Energi Jaya Minsel Tidak Mempunyai Kajian Amdal

ilustrasi tambang emas yang merusak lingkungan

ilustrasi tambang emas yang merusak lingkungan

Manado – Perusahaan tambang PT Sumber Energi Jaya (SEJ) yang selama ini mengeksplorasi emas di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) diduga merusak lingkungan.

Pasalnya, PT SEJ selama ini tidak mengantongi kajian Analisa Dampak Lingkungan (Amdal). Hal ini dikatakan Iwan Moniaga, Pengamat Sosial dan Pemerintahan Sulut, kepada cybersulutnews.co.id, Selasa (24/02).

“PT SEJ ini jangan hanya merusak lingkungan saja, dan hasil kekayaan alam kita mereka ambil namun meninggalkan masalah besar yakni kerusakan lingkungan yang membahayakan kehidupan masyarakat kita di Minsel khusus Tokin, Picuan dan Karimbow,” kata Moniaga.

Lanjut Moniaga, Amdal lingkungan harus dilaporkan bertahap tentangan pengelolaan limbah dan pembungan limbah tambang baik cair maun padat.

“Izin Amdal pertambangan ini berjenjang, yakni dari Amdal Pemerintah Kabupaten Minsel, Amdal Pemerintah Provinsi Sulut dan Kementrian ESDM. Jadi tidak seperti PT SEJ ini yang seenaknya, dan mereka harus ada kewajiban untuk mensosialisasi kajian Amdal tersebut,” jelas mantan aktivis Pemuda Sulut ini.

Anehnya lagi, terlihat adanya kongkalikong antara PT SEJ dan Pemerintah Kabupaten Minsel yang terkesan mendiamkan mengenai masalah lingkungan ini.

“Selain masalah lingkungan, dampak sosial di wilayah tambang tersebut sudah sangat mengkhawatirkan, terutama konflik sosial yang terjadi selama ini hingga terganggunya Kantibmas. Tetapi Pemkab Minsel, terutama Bupati Minsel Tetty Paruntu tak ada tindakan nyata melindungi masyarakatnya ataupun lingkungan hidup di Minsel. Jangan nanti timbul masalah lingkungan dengan berbagai bencana baru kita terbuka mata,” kata Moniaga.

Pihak PT SEJ yang terlihat menutup diri dari media ini belum bisa dikonfirmasi mengenai sorotan dari tokoh pemuda Sulut tersebuy mengenai dugaan pengrusakan lingkungan. (Vebry)

Leave a Reply