Dilaporkan LCKI, Kasus Dugaan Korupsi Proyek Air Bersih di Desa Suluun Minsel Masuk Meja Tipikor Polda Sulut

Manado – Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan ilfil galeri, pompa, genset, jaringan pipa dan kran umum di Desa Suluun Minahasa Selatan tahun anggaran 2013, Kamis (15/10/2015), masuk meja Tipikor Polda Sulut.

Kasus yang ditengarai menghisap anggaran Rp 1.598.200.00 itu, dilaporkan Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia atau LCKI Sulawesi Utara (Sulut), Vicktor Lolowang.

Dalam laporan Lolowan, ia meminta agar penyidik Tipikor Polda Sulut dapat memroses laporan yang telah ia layangkan. Pasalnya, kasus dugaan korupsi yang menggunakan dana APBN P atau Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan diduga kuat telah disalah gunakan.

Pembangunan proyek tersebut kata Lolowang, hanya dibuat asal-asalan oleh CV Tirta Surya Indah. Proyek tersebut pun sampai saat ini, tidak menunjukan manfaat bagi masyarakat yang ada di Desa Suluun.

Ditambah lagi, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemprov Sulut selaku pengendali atau pengawas pembangunan pada proyek tersebut dinilai melakukan pembiaran dan tidak menelusuri pekerjaan proyek bermasalah itu.

Dipaparkan Lolowang, tiga bak utama yang merupakan satu rangkayan malah tidak dibangun. CV Tirta Surya Indah selaku kontraktor hanya menggunakan bak-bak lama yang sudah dibangun pada proyek tahun anggaran 2006-2007.

“Tiga bak tersebut hanya dicat agar terlihat seperti baru. Tidak hanya itu, pengerjaan pipanya juga terkesan amburadul alias asal jadi,” ungkap Lolowang kepada sejumlah wartawan usai memberikan data kasus dugaan korupsi ke Mapolda Sulut.

“Kami juga sudah mencoba konfirmasikan kasus ini ke Kadis PU, Eddy Kenap. Namun ia membantah jika proyek tersebut dibawah pengawasan mereka. Tetapi setelah kami telusuri ternyata benar pekerjaan itu dilaksanakan Dinas PU Sulut, Bidang Cipta Karya,” sambung Lolowang.

Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Wilson Damanik ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan pihaknya akan memproses laporan yang dilayangkan LCKI Sulut. “Kita akan memproses kasus itu,” singkat Damanik. (jenglen manolong)

Leave a Reply