Eks Dirut PDAM Minahasa Dieksekusi Kejari Tomohon

Tomohon – Mantan Dirut PDAM Minahasa RP alias Ricky dan mantan pegawainya AP alias Adrian, dieksekusi petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon, Rabu (18/07/2018).

Kedua terpidana dieksekusi berdasarkan surat perintah kepala kejaksaan negeri, berdasarkan keputusan mahkama RI no 114 K/Pid.sus/2014. Diketahui, kedua terpidana ditangkap dirumah mereka masing-masing, dengan waktu yang berbeda. Ricky ditangkap sekira pukul 10.00 Wita, sementara Adrian sekira pukul 14.30 Wita.

“Kami diperintahkan untuk mengeksekusi terhadap kedua terpidana, berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Negeri, berdasarkan Keputusan Mahkamah RI,” ujar Kasi Intel Kejari Tomohon Wilke Rabeta, melalui PLH Kasi Intel Kejari Tomohon Windhu Sugiarto.

Dia mengatakan, Richy diputus oleh Mahkamah Agung, secara sah bersalah melakukan pidana korupsi dengan pidana penjara 1 tahun dan denda sebesar Rp 50 juta.

“Sama seperti rekannya Adrian,” ucapnya, sembari menambahkan kasus ini sudah lama, dan saat itu Ricky masih menjabat sebagai Direktur PDAM Minahasa, sebelum pemekaran Kota Tomohon.

Diketahui, kerugian negara kurang lebih Rp 50 juta. Dan uang tersebut dipakai dari Uang Kas PDAM.

Kedua terpidanan dijerat UU Tipikor Pasal 3 tentang penyalagunaan kewenangan.

Terpantau, kurang lebih 7 Jam kedua terpidana diperiksa oleh disalah satu ruangan yang berada di gedung Kejaksaan Negeri Tomohon, setelah itu langsung dibawa ke Lapas Papakelan Minahasa. (mar)

Leave a Reply