Gelontor Rp 10,6 Miliar APBD untuk FFI, Kadisbud : Sulut Dapat Kebanggaan

Manado – Festival Film Indonesia (FFI), ajang penghargaan tertinggi bagi dunia perfilman di Indonesia siap digelar di Manado Sulawesi Utara. Untuk mensukseskan iven prestisius insan perfilman tanah air tersebut, Pemerintah Provinsi Sulut all out. Tak tanggung-tanggung, dana sebesar Rp 10 Miliar dari APBD digelontorkan untuk kegiatan tersebut.

Sekretaris Panitia Lokal yang juga menjabat Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulut, Drh F Rotinsulu dalam konfrensi pers, Kamis (09/11) sore mengungkapkan, anggaran untuk penyelenggaraan FFI 2017 bersumber dari APBN dan APBD Sulut. Besaran anggaran masing-masing, APBN senilai Rp 6,7 Miliar dan APBD Sulut sebesar Rp 10,6 Miliar.

Khusus APBD, Rotinsulu mengungkap skema peruntukannya yakni Rp 3,5 M dikhususkan untuk perjalanan para sineas pulang pergi, ke Manado Sulut dan kembali ke Jakarta, sedang sisanya sekiraa Rp 7 Miliar diserahkan ke Iven Organizer (IO) yang menangani acara FFI 2017.

Anggaran besar yang dialokasikan untuk FFI 2017 ini, menurut Rotinsulu setimpal dengan apa yang akan didapat warga Sulawesi Utara. Menurut dia, warga Sulut akan mendapatkan kebanggaan, selain itu ada multiplier efek kegiatan ini meski ia tidak menjelaskan multiplier efek yang dimaksud.

“Gelaran FFI memiliki gengsi tersendiri bagi daerah ini. Apalagi acara FFI ini rencananya akan dihadiri presiden RI,” kata Rotinsulu

Dalam konfrensi pers yang dihadiri puluhan wartwan tersebut, Rotinsulu juga sempat menyentil soal penyelenggaraan FFI yang nyaris tak digelar di Sulut. Menurut dia, helatan nasional tersebut tak mendapat dukungan anggaran maksimal dari pemerintah pusat (dipangkas dari Rp8 miliar menjadi Rp 6 miliar), serta anggaran dukungan dari Pemprov juga minim.

“Tapi karena pak gubernur menyatakan FFI akan dilaksanakan di Sulut, maka diusulkan anggaran ditambah dalam perubahan sebesar Rp 8 miliar sehingga menjadi Rp 10,6 M,” terang Rotinsulu.

Diketahui, Ketua FFI 2017, Leni Lolang mengatakan, pemilihan Sulut sebagai tuan rumah FFI 2017 tak lepas dari bentuk apresiasi kepada daerah-daerah lain agar tak melulu terkesan berat sebelah atau hanya berpusat di Pulau Jawa.

“Sulut juga belum pernah ada FFI dan ternyata pemerintah daerah juga berkeinginan,” kata Leni.

Namun, Leni mengakui bukan hal yang mudah untuk memastikan kehadiran para sineas, khususnya nomine-nomine FFI 2017. Pasalnya, tahun-tahun sebelumnya penghargaan Piala Citra itu digelar di Jakarta dan sekitarnya.

“Terus terang tidak gampang karena stakeholder perfilman sebagian besar di Jakarta. Tapi kami akan berusaha memobilisasi para nomine ke Manado. Karena alangkah baiknya trofi diterima langsung oleh pemenang bukan perwakilan,” ujar Leni.

Tahun ini akan ada 22 kategori nominasi dalam FFI 2017, di mana 18 di antaranya untuk film panjang. Lalu, empat lebihnya untuk film pendek, animasi, dan dokumenter. Sisanya penghargaan khusus berupa lifetime achievement dan in memoriam.

Leave a Reply