Gizi Buruk di Bitung, Bocah Karunia Meninggal

Kasus Gizi Buruk Kembali Terjadi di Kota Bitung

Bitung- Bocah perempuan asal Kelurahan Kakenturan Dua, Kecamatan Maesa, Karunia Tobangen, meninggal dunia di RSUD Manembo-nembo Bitung.

Karunia menghadap Sang Khalik usai dirawat selama lima hari di RSUD Manembo-nembo Bitung. Kepala Puskesmas Bitung Barat Vivi Tumbel, saat dikonfirmasi sejumlah awak media membenarkan hal tersebut.

Karunia meninggal Selasa dini hari karena kondisinya sangat parah, disebabkan menderita kekurangan gizi, bocah lima tahun itu juga terserang penyakit lain.

“Hasil diagnosa juga menderita paru-paru basah. Makanya bobot tubuh sangat tidak sesuai, hanya 6 kg lebih. Padahal untuk seumur korban seharusnya sekitar 14 kg,” ungkap Tembel.

Kepala Dinas Kesehatan Bitung, Dr Frangky Soriton ditemui sejumlah media mengatakan, penanganan medis terhadap Karunia sangat terlambat.

“Ini baru diketahui setelah kondisi korban sudah gawat. Kemungkinan besar sudah berbulan-bulan menderita. Mungkin kalau lebih awal bisa tertangani,” katanya.

Soriton pun mengaku sangat menyesali kejadian ini. Harusnya kondisi seperti itu tidak boleh terjadi. Pelayanan kesehatan harus dimanfaatkan dengan baik oleh semua pihak.

“Saya tidak mau menyalahkan siapa-siapa. Tapi kalau semua pihak pro aktif, terutama masyarakat, kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Pelayanan kesehatan selalu stand by sehingga wajib dimanfaatkan.
Kalau ada warga kesehatannya terganggu dan ekonominya lemah, tolong cepat dilaporkan. Bisa ke Puskesmas terdekat. Kami pasti akan turun tangan,”terang Soriton.

Berdasarkan keterangan dari aparat kelurahan Rivet Lohonaum, keluarga bocah malang memang tergolong kurang mampu. Ayah Karunia yang bernama Inyo Tobangen hanya seorang pekerja serabutan, ibunya yang bernama Ati Angkomona tidak bekerja.

“Memang memprihatinkan. Rumahnya saja hanya terbuat dari tripleks dengan ukuran yang kecil, dinding sengnya sudah berlubang-lubang dan berkarat,” ungkap Rivet.

Nasib tak kalah memiriskan juga dialami Karunia. Bocah ini ternyata sempat berganti orangtua semasa hidup.

“Korban pernah diadopsi oleh orang lain. Waktu itu baru berumur dua bulan. Tapi karena ibu angkatnya meninggal, korban dikembalikan ke orangtua. Ternyata baru dua bulan kembali korban meninggal,” jelas Rivet.(Ferry Bolung)

Leave a Reply