by

Goa Jepang Tonsealama Dapat Perhatian Disparbud Minahasa

Goa Jepang Tonsealama.
Goa Jepang Tonsealama.

Minahasa – Goa Jepang di Desa Tonsealama Kecamatan Tondano Utara, mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Minahasa.

Bentuk perhatian Disparbud Minahasa berupa alokasi anggaran untuk pelestarian objek Pariwisata yang menjadi asset Kabupaten Minahasa ini.

Hal tersebut diungkap Kepala Disparbud Minahasa, Debby Bukara, saat ditemui CSN, Senin (13/01).

Kepada CSN, Bukara mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PU Minahasa untuk melakukan survei lapangan dan akan menentukan apa saja yang akan dibangun di areal Goa Jepang tersebut agar menjadi layak dikunjungi.

“Ada anggaran untuk biaya pelestarian Goa Jepang di Tonsealama, namun berapa alokasi anggara belum dipastikan karena kami masih sementara menyusunnya. Yang pasti Tahun ini akan direnovasi,” terang Bukara.

Diberitakan sebelumnya, Goa peninggalan Jepang yang berada di Desa Tonsealama, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, saat perang dunia kedua, yang merupakan salah satu aset wisata berharga kini terabaikan.

Dilihat dari kondisi yang ada saat ini, puluhan goa yang terbentang sepanjang jalan utama Tondano-Airmadidi, di wilayah yang oleh warga setempat disebut ‘Wowusuk’ atau ‘Doud De Mukud’ ini, tampak sangat memprihatinkan.

Pantauan CSN, Selasa (03/12) lalu, rerumputan atau alang-alang nampak menutupi mulut goa ini, yang sebenarnya sangat indah dan menarik untuk dikunjungi bila dalam kondisi terawat.

Padahal, di era Tahun 1980-an hingga Tahun 1990-an, goa-goa jepang di Desa Tonsealama ini sempat begitu diminati pengunjung, baik dari manca negara maupun turis lokal.

Bahkan, lokasi ini pun kerap dipadati pengunjung dihari-hari tertentu seperti hari libur maupun akhir pecan, baik hanya sekedar melihat-lihat di depan mulut goa ataupun masuk hingga kedalaman goa yang mencapai ratusan meter kedalam.

Kini, kejayaan itu seakan hilang dimakan waktu dan tampak tak ada beban sedikitpun dari pihak terkait yang memiliki kewenangan untuk merawat aset berharga tersebut.

Terakhir kali goa-goa Jepang ini kelihatan bersih dan menarik, saat mahasiswa KKN dari Universitas Negeri Manado bersama warga setempat melakukan kerja bakti dan membersihkan wilayah tersebut, sekitar Tahun 2011 silam.

Warga Desa Tonsealama pun berharap, ada perhatian khusus dari Pemkab Minahasa untuk kembali menjadikan lokasi goa-goa peninggalan Jepang ini sebagai aset wisata yang layak dikunjungi.(fernando lumanauw)

Comment

Leave a Reply

News Feed