Harga Beras Mahal, Singal Minta Jangan Malu Komsumsi Ubi

Minut – Naiknya harga beras belakangan ini cukup membuat masyarakat pusing. Pasalnya, ketergantungan akan nasi cukup tinggi bagi warga Sulut, khususnya Minut. Padahal, ada banyak pilihan pengganti nasi. 

Bupati Minut Drs Sompie Singal MBA, mengatakan masyarakat Minut jangan panik dengan kondisi kenaikan harga beras saat ini. Mengingat tanah yang ada di Minut sangat subur, sehingga bukan hanya beras yang dapat bertumbuh.

“Untuk itu, mari kita terus menanam, seperti umbi-umbian. Karena tanaman jenis tersebut, bisa menjadi pengganti nasi, jika terjadi lagi kenaikan seperti saat ini. Tidak usah malu mengkomsumsi ubi, yang penting perut kita terisi,” tutur Singal.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (Dispertanakbun) Minut Ir Wangke Karundeng, Senin (15/03), menjelaskan alternatif makanan pokok selain nasi adalah jagung, singkong, ubi jalar, kentang, talas, sagu, atau pisang. Ini dilihat dari kandungan karbohidratnya yang hampir setara nasi.

“Selain mengenyangkan, kandungan nutrisi dalam nasi memang banyak, seperti protein, vitamin, tiamin, niasin, mineral, dan kalsium. Namun, nasi juga tinggi glikemik yang menyebabkan kandungan gula darah di tubuh meningkat,” ungkap Karundeng.

Ditambahkan Karundeng, nasi memiliki serat yang rendah, sehingga mudah dan cepat diserap tubuh.

“Kalau melihat harga beras yang naik seperti sekarang, ada baiknya masyarakat mulai merubah pola konsumtif pada nasi. Sesekali, bisa mengganti nasi dengan jagung, umbi-umbian atau pisang. Ini juga demi kesehatan,” himbau Karundeng.(ecagops)

Leave a Reply