Heboh, Rekaman “Papa Minta Jatah” Proyek Asmara Minut Beredar

Husein Tuahuns

Husein Tuahuns

Minut—Masih sangat jelas dibenak kita soal Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang kerap disebut “Papa Minta Donat” yang dilakoni dua oknum anggota Dekab Minut, saat pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2016 pada Desember lalu oleh Kejari Airmadidi.

Kini institusi Dekab Minut kembali dihebohkan dengan beredarnya rekaman yang beda judul yakni “Papa Dapat Jatah Proyek” yang sudah beredar di masyarakat
.
Mirisnya, dalam pembicaraan singkat lewat isi rekaman berdurasi 46 menit itu. “Papa Dapat Jatah Proyek” dibeberkan secara gamblang oleh Kadis PU Ir Stevenson Koloay yang mengatakan, kalau sekitar 73 proyek fisik Penunjukan Langsung (PL) masing-masing bernilai Rp200 juta itu adalah Aspirasi masyarakat (Asmara) dan merupakan milik aspirator diduga anggota dewan.

“Aspirasi itu ada dan sudah tidak bisa diotak-atik lagi. Karena itu milik aspirator,” beber Koloay dalam dialog rekaman tersebut.

Beredarnya rekaman “Papa Dapat Jatah Proyek” spontan mengundang reaksi keras masyarakat.

Salah satunya disampaikan ketua LSM Forum Peduli Masyarakat Minahasa Utara (Forpmitra) Husein Tuahuns. Menurut Tuahnus, Kadis PU merupakan seorang pejabat publik yang tidak etis dan sangat profokativ.

“Jika rekaman itu benar harus ditelusuri aparat terkait. Namun kalau tidak, hal tersebut merupakan pelecehan institusi yang disampaikan Stevenson Kolaoay,” kritik Tuahuns secara lantang, Kamis (03/03/2016).

Ditambahkan Tuahuns, kalau aparat hukum tidak melakukan pengusutan terhadap rekaman dugaan “Papa Jatah Proyek”, kami rakyat akan mengambil langkah tegas dan menutup paksa Kantor Dinas PU. “Kita akan gerakan massa kemudian melakukan penyegalan kantor tersebut dan mengusir Kadis PU dari ruangannya,” desak Tuahuns.

Sumber pemberi rekaman yang berdialog bersama Kepala Dinas PU yakni Marlond Pangemanan menyatakan, bahwa rekaman bertajuk “Papa Dapat Jatah Proyek” itu benar dan asli. Ketika sedang berdialog bersama Kadis PU di ruang kerjanya pada 5 Februari 2016 lalu.

“Disitu, Kadis PU secara sejelas membeberkan kemana arah proyek dan kepada siap-siapa saja menerima. Bahkan ada beberapa instansi juga yang dia (Kadis PU,red) sebutkan menerima jatah proyek,” beber Pangemanan.

Ketua Dekab Minut Berty Kapojos dikonfirmasi tak mengelak masalah ini. Menurutnya, kalau proyek Asmara itu memang diusulkan Dewan sesuai tuntutan masyarakat.

“Itu harusnya baik karena untuk pembangunan. Tapi kalau kami yang mendapat langsung proyek Asmara harus dibuktikan kepada siapa diberikan,” kelit Kapojos ketika dikonfirmasi.
Lain lagi disampaikan Wakil Ketua Dekab Drs Denny Wowiling (DeWo).

Dijelaskannya, harusnya publik tidak terlalu jauh menanggapi isu yang disampaikan karena itu bisa saja menjerumus.

“Yah saya secara pribadi tidak tahu mengenai bagi-bagi itu. Tetapi kalau menyangkut proyek Asmara itu memang kami ketahui disebabkan sejak pembahasan mata anggaran kami terlibat,” terang DeWo.

Disinggung apakah pernyataan Kadis PU mencederai institusi Dekab?, DeWo enggan berkomentar lebih.

“Yah sebaiknya diam saja, karena itu tidak sesuai fakta,” ujarnya dengan nada hati-hati.(ecanamangge)

Leave a Reply