Ingin Hasilkan Pemilu Yang Berkualitas, KPU Minahasa Lakukan Hal Ini

Minahasa – Demi menghasilkan Pemilu yang berkulitas dan capaian target kuantitas, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa, melibatkan Pers dalam mensosialisasikan peran pemilih pemula, pemilih perempuan dan pemilih disabilitas, dalam Pemilu 2019 ini.

Ketua KPU Minahasa Lord Arthur Malonda SPd mengatakan, pihaknya sengaja mengundang Pers sebagai peserta, karena Pers adalah salah satu stakeholder KPU dalam mensosialisasikan seluruh tahapan Pemilu kepada masyarakat.

”Pers adalah alat untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat pemilih, tentang siapa figur yang tepat untuk dipilih, termasuk bagaimana cara memilih calon yang tepat untuk duduk di kursi parlemen maupun Presiden nanti,” ujar Malonda yang ikut didampingi empat Komisioner KPU lainnya, di Cafe Foodtastik Tondano, Kamis (21/02) pagi.

Narasumber dalam acara ini yakni Dr Johny Taroreh, salah satu tokoh pendidikan dan Dosen di Universitas Negeri Manadi ini mengatakan, indikator Pemilu berhasil atau tidak, salah satunya tergantung pada tingkat partisipasi pemilih dan kinerja penyelenggara Pemilu. Menurutnya, Pers juga dalam hal ini memiliki peran dalam mensosialisasikan Pemilu, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar terlibat.

“Ada beberapa hal pokok dalam mensosialisasikan Pemilu kepada masyarakat. Pertama, pastikan masyarakat terdaftar dalam daftar pemilih tetap, kedua soal pemahaman aturan perundang undangan, ketiga keterlibatan dalam sosalisasi, dan keempat keterlibatan saat pemilihan,” terang Taroreh.

“Selain itu, dorong relasi untuk bekerjasama mendongkrak tingkat partisipasi, pemilih pemuda seperti organisasi KNPI dan semacamnya, serta pemilih pemula dengan melibatkan organisasi kemahasiswaan seperti GMKI, HMI, GMNI dan sebagainya,” lanjutnya.

Sementara, narasumber lain yakni Dr Ferry Daud Liando, Dosen di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi Manado, sekaligus Pengamat Politik dan Pemerintahan mengatakan, visi terbesar salam Pemilu, baik Legislatif, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden serta Wakil Presiden adalah terpilihnya orang yang ahli dibidangnya.

“Jadi, walaupun Pemilu sukses dengan capaian tertinggi tetapi orang yang dipilih tidak sesuai bidangnya, maka itu dapat dikatakan gagal. Sebab, Pemilu bukan hanya sekedar orang datang ke TPS lalu memilih, melainkan kita sedang menentukan pemimpin-pemimpin di bangsa ini, sehingga yang terpilih haruslah orang-orang berkualitas dan ahli dibidangnya,” kata Liando.(fernando lumanauw)

Leave a Reply