Ini Penyebab Warga Kembuan Marcelino Tenggelam dan Ditemukan Tewas di DAS Tondano

Minahasa – Hampir tiga jam melakukan pencarian, Marcelino Kalalo (14), warga Desa Kembuan Jaga III, Kecamatan Tondano Utara, korban tengelam di daerah aliran sungai (DAS) Tondano, ditemukan dan meninggal dunia, Sabtu (09/06) sekitar pukul 15.30 Wita.

Informasi diperoleh Cybersulutnews.co.id, kronologi kejadian berawal saat korban bersama kedua teman sebayanya, asik bermain sambil mandi di DAS Tondano, yang kala itu ditutupi tanaman gulma Eceng Gondok, tepatnya di sekitar jembatan besar penghubung antara Desa Kembuan dan Desa Tonsealama.

Saat asik bermain, korban Marcelino masuk atau menyelam kedalam air yang tertutup Eceng Gondok, dengan maksud akan keluar lagi dari air di titik berbeda dimana dia menyelam. Namun sayang, ketika hendak keluar lagi dari air di titik berbeda tersebut, korban tak bisa keluar karena tertutup Eceng Gondok. Alhasil, korban akhirnya tenggelam karena diduga kehabisan tenaga saat berupaya mencoba menerobos Eceng Gondok dari dalam air untuk keluar.

Oleh teman-temannya yang melihat, kemudian berupaya mencari bantuan warga. Warga yang mendengar laporan, langsung berupaya mencari koban dengan membersihkan Enceng Gondok yang menutupi DAS Tondano, dan melakukan penyelaman.

“Kami sementara mandi di sungai. Marcelino bilang dia mau menyelam dan keluar di tengah Eceng Gondok. Tapi, saat mau keluar dari air yang tertutup Eceng, dia nda mampu, hanya tangan yang keluar. Kami takut menolong dan lari mencari bantuan,” kata Brayen rekan korban yang kala itu bersama-sama saat mandi.

Hukum Tua Desa Kembuan Olke Walalangi, kepada media ini membenarkan kisah tersebut. “Ya benar mereka sedang mandi dan bermain di sungai, namun oleh temannya mengatakan, korban masuk menyelan kedalam air dengan maksud akan keluar di tengah-tengah Eceng Gondok, tapi nampaknya korban kesulitan karena tebalnya Eceng Gondok ini, sehingga dia tenggelam. Kami langsung menghuhungi Tim SAR dan melakukan pencarian secara manual oleh masyarakat dengan membersihkan Enceng Gondok yang menutupi aliran sungai dan melalukan penyelaman,” kata Walalangi.

Ketua TIM SAR Minahasa Jeffry Mambu mengaku, saat mendapat laporan, dirinya langsung ke lokasi kejadian dan melaporkan hal ini ke SAR Manado, untuk mendapatkan bantuan tenaga dan peralatan untuk pencarian korban.

“Saat Tim SAR Manado tiba di lokasi, bertepatan korban ditemukan oleh warga. Korban kemudian langsung dievakuasi,” ujarnya.

Sementara, saat ditemukan warga penyelam profesional, James Singal, menggunakan peralatan selam seperti tabung oksigen, korban dibawah langsung kerumahnya. Namun, karena diduga masih hidup, oleh keluarga, korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Sam Ratulangi Tondano untuk mendapat perawatan. Hanya saja, ketika sampai di Rumah Sakit, korban oleh pihak dokter dikarakan telah meninggal dunia.

Sedangkan, kedua orang tua korban yakni Alfred Kalalo dan Nita Lengkong, Keluarga Kalalo-Lengkong, nampak begitu terpukul dengan kejadian ini. Menurut keluarga, anak mereka ini baru menyelesaikan studi di SMP dan rencananya akan melanjutkan ke jenjang yang lebih diatas, yakni masuk ke SMK, meski kenyataan berbicara lain.(fernando lumanauw)

Leave a Reply