Ini Yang Disampaikan Gugus Tugas Covid-19 Minahasa Dalam Konferensi Pers

Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), bertempat di Kantor Dinas Kesehatan, Jumat (27/03) siang, menggelar konferensi pers terkait penanganan Covid-19 di Minahasa.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Minahasa yakni Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekdakab Minahasa DR Denny Mangala MSi, memgatakan, Pemkab Minahasa dalam mengantisipasi penyebaran Covid 19 sudah melakukan langkah upaya yang diawali dengan rapat bersama seluruh SKPD, yang dipimpin langsung Bupati Minahasa DR Ir Royke Octavian Roring MSi IPU Asean Eng.

Adapun langkah-langkah yang telah ditempuh Pemkab Minahasa dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 menurutnya yakni, mengeluarkan himbauan pemerintah tentang sosial distancing yang dikirimkan kepada seluruh pimpinan denominasi agama untuk disampaikan kepada masyarakat.

Selanjutnya, penetapan status siaga darurat bencana non alam yang berlaku sejak tanggal 17 Maret 2020 sampai dengan 17 April 2020, instruksi Bupati untuk anak sekolah belajar dirumah dengan dipantau oleh guru sekolah, intruksi untuk ASN Minahasa untuk bekerja dari rumah (work from home), surat edaran kepada Camat untuk disampaikan kepada masyarakat agar menghindari keramaian, kecuali duka yang sudah diatur sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Pemkab Minahasa juga saat ini sedang membangun ruang isolasi di RSUD Sam Ratulangi Tondano, dan diharapkan selesai pada pekan ini. Ruang isolasi yang dibangun memiliki kapasitas 10 tempat tidur. Ruang isolasi juga membutuhkan sarana dan prasara yang harus ada yaitu ventilator, hepavilter, x ray dan APD atau alat pelindung diri, dimana kebutuhan APD di Minahasa untuk penggunaan tiga bulab kedepan, kata Mangala, kurang lebih 8.000 buah,” terang Mangala, yang kala itu didampingi Kepala BPBD Nofry Lontaan ST dan Kepala Dinas Kesehatan dr Maya Rambitan MKes.

Lanjut kata dia, Pemkab Minahasa juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh Minahasa, mulai dari sekolah, tempat ibadah dan sarana prasarana umum lainnya.

“Pemkab Minahasa juga sudah membatasi hari pasar dengan menyediakan termoscan dan tempat cuci tangan dipintu masuk pasar, mengatur jalur masuk keluar agar tidak berdesak desakan dan nantinya akan terus di evaluasi,” ujarnya.

Data terkini, Jumat 27 Maret 2020, menurut Mangala, untuk Orang Dalam Pemantauan di Minahasa berjumpah 41 orang dan Pasien Dengan Pengawasan, nihil. Pemerintah juga telah menyediakan anggaran sebesar 9.4 Miliar dalam rangka penanganan Covid-19 ini.

“Bantuan sosial untuk masyarakat yang terdampak dari sosial distancing akibat Covid-19, sementara di kaji Pemkab Minahasa. Untuk bantuan jangka pendek dalam rangka Paskah dan Bulan Puasa, Pemkab Minahasa telah menyiapkan bantuan berupa sembako,” kata Mangala.

“Bupati dan Wakil Bupati Minahasa tidak nampak disetiap kegiatan namun dalam keadaan sehat. Mereka sebagai pimpinan daerah hendak memberikan contoh kepada masyarakat untuk menaati himbauan pemerintah tentang social distancing,” pungkasnya.(fernando lumanauw)

Leave a Reply