Janji Polda Sulut Ditagih, Fransisca Tersangka Penipuan dan Penggelapan Lenggang Kangkung

Manado – Janji Polda Sulut untuk segera melakukan penahanan terhadap tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan lahan, yang menyeret mantan anggota DPRD Minut FT alias Fransisca alias Etha ternyata masih sekedar wacana. Pasalnya, sampai saat ini langkah penahanan yang telah digaungkan pihak Polda belum kunjung dilakukan.

Lambannya upaya penahanan yang dilakukan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) besutan Kombes Pol Untung Sudarto, mendapat sorotan dari Eliot Maleke SH, salah satu pengamat hukum Sulut.

Menurut Eliot, Polda Sulut harus bersikap cekatan dalam menangani kasus yang melilit mantan Wakil Rakyat Minut itu. “Jangan menebar harapan. Karena sampai saat ini tersangka belum ditahan. Itu seperti memberikan harapan palsu kepada pihak korban,” terangnya, Senin (20/12/2016).

“Polda Sulut jangan lamban. Jangan karena dia (tersangka) merupakan mantan Wakil Rakyat lalu penanganan kasusnya begini (lamban). Hukum jangan tajam ke bawah, tumpul ke atas. Kasihan korbannya, sudah ditipu dan dirugikan. Mereka melaporkan kasus ini hanya untuk mencari keadilan. Jadi polisi jangan diam,” semburnya sembari menambahkan agar Polda serius dan gesit dalam mengungkap kasus ini, serta kasus-kasus pidana lainnya.

Terpisah, juru bicara Polda Sulut, AKBP Ibrahim Tompo ketika dikonfirmasi mengaku masih akan mengecek apa pasal hingga penyidik lamban melekukan penahanan kepada tersangka. “Saya mau cek dulu datanya. Nanti saya informasikan,” terangnya.

Upaya penahanan itu sendiri sempat digaungkan mantan Direskrimum Polda Sulut Kombes Pol Pitra Ratulangi, Selasa (25/10/2016). “Seharusnya dia (Fransisca) datang memenuhi panggilan penyidik. Tapi tersangka malah tidak kooperatif dan tidak datang untuk diperiksa, sehingga  dirinya diancam untuk ditahan,” tegas Ratulangi.

Nyatanya, sampai detik ini, langah tersebut hanya menjadi wacana buram saja. Karena Polda Sulut belum berani mengambil tindakan tegas kepada Fransisca.

Buntutnya, Wakil Rakyat Minut yang diusung Partai Demokrat itu berkeliaran bebas. Bahkan, dirinya sempat  mendatangi korban dan kembali menebar janji untuk segera membayar uang korban Rp1,4 miliar.

Sayangnya, janji manis yang diutarakan tersangka kembali diingkarinya. “Saya sudah kordinasikan ini dengan pihak penyidik dan mereka (penyidik) berjanji akan langsung menangkap Fransisca atas tindakannya itu,” terang Henry Tirayoh.

Diketahui, kasus ini dilayangkan Tirayoh, Kamis (22/01/2015), ke Mapolda Sulut. Dalam laporan bernomor STTLP/72.a/1/2016/SPKT, korban menuturkan kalau Fransisca telah melakukan aksi pidana penipuan dan penggelapan lahan di Desa Treman, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minut.

Dimana, Fransisca telah menjual lahan dan bangunannya kepada korban. Tapi setelah uang dibayar, Fransisca enggan menyerahkan rumah dan lahan tersebut. “Padahal dia sudah jual. Dan saya bayar tunai. Itu disaksikan Notaris,” jelas korban sewaktu melayangkan laporan ke SPKT Polda Sulut.

“Dia janji sama saya, akan keluar bulan Oktober 2015, tapi tidak keluar juga. Saya sudah berikan kesempatan sampai Desember 2015 tidak juga keluar. Bahkan hingga Januari 2016 dia masih tidak kosongkan rumah,” jelasnya.

Tidak terima dengan aksi tipu-tipu Fransisca, korban kemudian melaporkan kasus itu dan meminta agar Fransisca diproses sesuai hukum yang berlaku. (jenglen manolong)

Leave a Reply