JWS Bantah Laporan Oknum Kepsek ke Polda Sulut

Minahasa – Terkait isi laporan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri Marawas Kecamatan Tondano Utara, inisial FK alias Frangky, terkait tunjangan sertifikasi guru (TSG) profesional ke Polda Sulut, pekan lalu, dibantah Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi (JWS).

Juga, soal isu bahwa laporan tersebut disertai demo besar-besaran oleh para guru dari Minahasa, dikatakan JWS bahwa hal itu tidak benar dan tidak ada.

Kepada sejumlah wartawan, Rabu (19/03), JWS mengatakan, terkait selisih pembayaran triwulan I, II dan III TSG yang tidak dibayarkan, itu memang benar. Menurutnya, hal itu terjadi pada selisih jumlah gaji pokok, karena untuk triwulan I tahun 2014 tidak sama dengan triwulan II dan seterusnya.

Dijelaskannya, untuk pembayaran triwulan II dan triwulan selanjutnya sudah mengikuti besaran gaji pokok yang baru, sementara triwulan I sebelum ada kenaikan gaji atau masih menggunakan gaji pokok lama, karena gaji pokok baru mulai dibayarkan pada bulan Juli 2014, ini menyebabkan ada selisih yang seolah tidak disalurkan.

“Ada selisih yang berdeda yang kemudian memang tidak dibayarkan. Jadi pembayaran triwulan I berpedoman pada gaji bulan Januari 2014 yang dalam petunjuk teknisnya, pembayaran kurang atau lebih akan di atur kemudian pada tahun berikutnya,” kata Bupati.

“Selanjutnya, TSG memang tidak dibayarkan kalau guru profesional tidak melaksanakan tugas minimal 24 jam mengajar dalam seminggu dan guru yang mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan sertifikat pendidiknya, tidak akan dibayarkan pula,” ungkap JWS lagi.

Sementara, untuk masalah dipindahkannya pembayaran TSG tersebut dari Bank Sulut ke Bank BTN, menurut JWS, itu adalah hal biasa, yang bertujuan untuk menghidupkan ekonomi dengan hadirnya Bank-bank baru di Tondano.

“Tahun 2015 ini, pembayaran TSG sudah dikembalikan lagi ke Bank Sulut yang mengelola pembayarannya,” ujarnya.(fernando lumanauw)

Leave a Reply