JWS Nyatakan Tutup Pantai Maut di Minahasa

Jakarta – Duka yang mendalam atas musibah meninggalnya 9 pelajar di Pantai Kawis Desa Tulap Kecamatan Kombi Minahasa turut dirasakan seluruh warga Langowan yang ada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Kawanua di Jakarta berdoa bersama agar keluarga yang mengalami musibah diberi kekuatan oleh Tuhan yang dipimpin Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajouw di acara Paskah Warga Langowan yang Balai Samudera Kelapa Gading Jakarta Utara, Minggu 26 Mei 2013.


Sebagai Bupati, Sajouw turut berduka kepada keluarga korban yang terkena musibah, serta menyadari bahwa peristiwa ini tidak dikehendaki oleh siapapun. Sebagai pemimpin setelah acara Paskah warga Langowan se Jabodetabek akan segera kembali ke Minahasa untuk memberikan bantuan kepada para keluarga korban.


“Torang tidak ingin peristiwa ini terjadi, tetapi kalaupun ini terjadi diluar kehendak manusia. Sebagai Bupati, ia akan memberi bantuan kepada para keluarga korban,” ujarnya.


Sementara untuk pantai Kawis, Sajow berujar, akan segera ditutup dan tidak bisa lagi dijadikan kawasan wisata, karena ditempat itu diperkirakan sebagai perputaran arus dan angin yang kuat.


Mengenai kurangnya para pengawas yang ada di setiap tempat wisata pantai, Sajaouw mengakui, tidak ada petugas pengawas disetiap lokasi wisata pantai. Kedepannya ia akan memberi perhatian khusus untuk lokasi wisata yang ada di Minahasa. “Kita akan menata tempat-tempat wisata sehingga ada daya tarik nya dengan menyiapkan petugas keamanan di lokasi tersebut,” imbuhnya.


Ia pun menghimbau bagi warga yang pergi ke pantai untuk memperhatikan kondisi tempat dan iklim cuaca, agar tidak terjadi peristiwa yang tidak diinginkan. “Kita harus mencermati setiap perubahan iklim apakah layak untuk dikunjungi atau tidak,” tuturnya.


Sementara, Gubernur Sulut DR SH Sarundajang menambahkan, kalau peristiwa ini baru pertama kali terjadi. Ia minta bagi masyarakat Sulut yang akan mengadakan liburan pantai untuk berjaga-jaga dan waspada atas setiap perubahan iklim dan cuaca di Sulut.


Sesuai berita yang dikirim dari Badan Meteorologi dan Geofisika tempat itu sering terjadi perubahan arus dan angin yang tidak dapat diprediksi sebelumnya. “BMKG so sms pa kita, memang tampa itu seringa berubah-ubah arus maupun anginnya,” ulasnya.

Leave a Reply