JWS Optimis Olahraga Berkuda di Minahasa Terus Berkembang

Minahasa – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Minahasa ke-589 tahun 2017, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, melalui Dinas Olahraga, menggelar lomba Pacuan Kuda, yang diikuti sebanyak 76 Kuda Pacu, yang terbagi dalam 11 race lomba Pacuan Kuda, yang dilaksanakan di gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Sabtu (11/11).

Lomba Pacuan Kuda yang disaksikan ribuan warga pecinta olahraga berkuda dari berbagai daerah di Sulawesi Utara ini, juga dihadiri diantaranya, Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut Drs Stefanus Vreeke Runtu, Wakil Bupati Minahasa Ivan SJ Sarundajang, Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Sulut Ferry Wowor, Kapolres Minahasa AKBP Chris R Pusung dan Anggota DPRD Minahasa Imelda N Rewah.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Minahasa Dr Denny Mangala SH MSi, serta beberapa pejabat lainnya.

Bupati JWS dalam sambutannya membuka kegiatan ini mengatakan, lomba Pacuan Kuda seperti ini harus rutin dilaksanakan. Menurutnya, Pemkab Minahasa telah berkoordinasi dengan Pordasi Sulut agar tahun depan lomba Pacuan Kuda dilaksanakan setiap bulan. Untuk menunjang program tersebut Pemkab Minahasa telah mengambil bagian akan melaksanakan lomba Pacuan Kuda pada Januari dan November mendatang.

“Lomba pacuan kuda harus rutin dilaksanakan setiap bulan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Kuda Pacu di Sulut,” ujarnya.

JWS menuturkan pelaksanaan lomba pacuan kuda memiliki dampak positif yang lebih luas. Menurutnya jika olahraga berkuda di Sulut maju maka akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Jika lomba pacuan kuda rutin dilaksanakan maka akan memicu munculnya peternak-peternak lokal. Artinya peternak lokal bisa mendapat keuntungan dari penjualan kuda pacu yang berkualitas,” ujarnya.

Bupati bahkan berharap olahraga berkuda nanti bisa meraih medali emas saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua.

JWS selanjutnya mengatakan lomba pacuan kuda memiliki nilai lebih bagi warga Sulut, khususnya warga Minahasa. Olahraga berkuda telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari warga pada beberapa daerah, seperti Kecamatan Tompaso dan Kawangkoan.

“Jauh sebelum cabang olahraga lain berkembang di Sulut, olahraga berkuda telah lebih dahulu memperkenalkan Sulut, khususnya Minahasa pada pentas nasional. Olahraga berkuda seperti ini harus terus dikembangkan,” tuturnya.

Pada race paling bergengsi, yaitu kelas Derby 1.400 meter, kuda yang menjadi pemenang adalah kuda McLaren, milik Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dari Miranda Stable. Posisi kedua ditempati kuda Kaisarea, milik Kapolda Sulut, Irjen Pol Bambang Waskito dari King Royal Park Stable. Posisi ketiga diraih kuda Persephone milik Umboh Yosephine dari Berlian Stable.

Panitia pelaksana lomba pacuan kuda tersebut, Jerry Pola mengatakan lomba lain yang dilaksanakan dalam kegiatan tersebut adalah lima race pacuan roda sapi yang melibatkan 27 pasang sapi, dan tiga race lomba bendi kalaper yang melibatkan 18 ekor kuda.

“Perlombaan ini terlaksana berkat dukungan penuh Pemkab Minahasa melalui Pak Bupati. Lomba serupa akan dilaksanakan oleh Pemkab Minahasa Januari 2018 mendatang,” tuturnya.(fernando lumanauw)

Leave a Reply