Kapolres Bingung, SKCK Karel Lakoy Calon Bupati Minsel Ternyata Tidak Direkomendasi Polda Sulut

Manado – Diterbitkannya Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) oleh aparat Kepolisian terhadap Calon Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Karel Lakoy, rupanya menuai perhatian dari Polda Sulut. Pasalnya, SKCK yang dikeluarkan pihak Intelkam Polres Minsel tidak direkomendasikan oleh Direktorat Intelkam Polda Sulut.

Tak heran, adanya penerbitan SKCK itu, mulai ditindaklanjut Polda. Sebab, surat tersebut dianggap menyalahi aturan karena tidak mencantumkan catatan kriminal Lakoy yang dijerat sebagai tersangka kasus dugaan korupsi anggaran Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) Minsel Tahun 2008-2009.

Kapolres Minsel, AKBP Benny Bawensel SIK MH, ketika dikonfirmasi wartawan pos liputan Polda Sulut, Rabu (16/09/2015) mengatakan, pihaknya telah menerbitkan surat tersebut sesuai prosedur yang berlaku.

Menurutnya, dasar pihaknya mengeluarkan SKCK tersebut karena, Karel Lakoy tidak dicabut haknya berdasarkan putusan pengadilan.

“Intel kita ada data yang kita dapat tentang putusan pengadilan, sementara yang bersangkutan belum ada putusan itu atau Inkra,” kata Bawensel melalui via telepon.

Ketika diungkapkan wartawan bahwa dalam catatan kepolisian beberapa waktu lalu, untuk setiap orang yang akan mencalonkan dirinya maju dalam calon legislatif dan kepala daerah, jika tersandung masalah hukum, maka akan dicantumkan hal tersebut dalam SKCK.

Dijelaskan wartawan, bahwa hal tersebut diketahui ketika Dit Intelkam Polda Sulut menerbitkan SKCK salah satu calon legislatif.

Menariknya Kapolres pun kembali bertanya, “Apa dicantumkan catatannya dalam SKCK?. “Ada. Datanya bisa dilihat di Dit Intelkam Polda, dan catatan kriminalnya dicantumkan dalam SKCK,” ujar salah satu wartawan.

Kapolres pun kembali menyatakan bahwa pihaknya mempunyai data setiap catatan kriminal untuk setiap orang. Meski demikian, penerbitan SKCK itu justru tidak disertai dengan catatan kriminal kepada bersangkutan.

“Catatannya kan seperti yang bersangkutan pernah dipidanakan, nah itu kan catatan kepolisian. Karena data yang ada di intel itu, adalah putusan-putusan pengadian bagi setiap orang yang terjerat hukum ada datanya,” tandas Kapolres. (jenglen manolong)

Leave a Reply