Kasus Dugaan Korupsi Disclaimer Bolmut Mengendap, Ini Kata Kasubdit Tipikor Polda Sulut

Manado – Pengusutan kasus dugaan korupsi Disclaimer yang terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) tahun anggaran 2012 tersendat. Alhasil, upaya penyidik Tipikor Polda Sulut untuk segera mungkin menahan para tersangka pun tertunda.

Kepada Cybersulutnews.co.id, Kasubdit Tipikor Polda Sulut, AKBP Gani Fernando Siahaan menegaskan, belum ditahannya para tersangka kasus mega korupsi yang terjadi di tanah Totabuan itu mengingat, penyidik masih memerlukan satu keterangan saksi yang dinilai mengetahui aliran dana tersebut.

“Memang dalam pengusutan kasus ini penyidik mendapat kendala. Satu orang saksi yakni, istri mantan Bupati Bolmut sedang dirawat di luar daerah. Untuk mengambil keterangan kami juga harus melihat kondisinya,” terang Gani Siahaan akhir pekan lalu di ruang kerjanya sembari menambahkan keterangan dari istri mantan Bupati, Hamdan Datunsolang sangat dibutuhkan.

“Keterangannya sangat diperlukan. Karena berdasarkan penyelidikan yang dilakukan penyidik, ada dana yang mengalir ke rekening istrinya. Dan itu yang akan kita tanyakan,” sembungnya.

Ia pun menambahkan jika dalam kasus tersebut pihaknya telah mengantongi beberapa nama tersangka yang harus bertanggung jawab dalam terjadinya kasus mega korupsi yang telah merugikan anggaran miliaran rupiah itu.

“Pokoknya sudah ada tersangkanya. Bendahara dan bendahara pembantu sudah tidak lari lagi. Jadi kalian tunggu saja. Dalam kasus ini kita tinggal menunggu penahanan saja. Tapi seperti yang saya bilang tadi penyidik juga masih akan mengambil keterangan satu saksi lagi untuk menjerat tersangka lain,” tambah Gani sembari menambahkan penyidik Tipikor akan berangkat ke Makasar untuk melakukan pemeriksaan kepada istri mantan penguasa Bolmut.

Seperti dalam pemberitaan Cybersulutnews.co.id sebelumnya, progres penyidik Polda dalam mengusut kasus ini, terus dilakukan. Bulan lalu, mereka bahkan bertandang ke wilayah Totabuan guna melakukan penggeledahan serta penyitaan terhadap dokumen negara yang tersimpan dalam rumah pribadi mantan Bendahara Pemkab Bolmut.

Sejumlah dokumen terkait dugaan korupsi dana APBD 2012-2013, di antaranya, dokumen Makan dan Minum (Mami) di Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Bolmut tahun 2012, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) tahun 2013, sudah disita sebagai barang bukti.

“Sangat disayangkan dokumen negara ternyata disimpan di rumah. Semua dokumen itu harusnya dikembalikan dan disimpan di kantor,” keluh Kasubdit Tipikor Gani Siahaan, Jumat (17/04/2015) lalu.

Diketahui, pengusutan kasus Bolmut ini sudah dilakukan sejak 2013, tepatnya bulan Oktober. Dalam proses penyelidikan yang panjang, penyidik Tipikor telah memanggil Hamdan, Sekretariat Daerah (Setda) Recky Posumah, serta sejumlah PNS Bolmut untuk memberikan keterangan di ruang Tipikor Polda.

Begitu mendapati kuat adanya penyimpangan, proses penanganan pun kemudian dinaikkan ke tahap sidik. Dan saat ini, masih berproses untuk selanjutnya dibawa ke ranah pengadilan.

Pergerakan pengusutan kasus, diawali dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Sulut, atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2012 Pemkab Bolmut. Atas kejanggalan tersebut, pihak BPK akhirnya memberikan penilaian opini Disclaimer.(jenglen manolong)

Leave a Reply