Keluarkan SK Pemecatan Bupati Bolmut Tidak Hormati Proses Hukum PN Manado

MANADO, cybersulutnews – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Depri Pontoh, tampaknya tak menghormati proses hukum dua Aparatur Sipil Negara (ASN)nya inisial YW dan VR yang sementara bergulir Pengadilan Negeri (PN) Manado. Pasalnya surat pemecatan secara resmi telah dikeluarkan meski palu putusan belum diketuk Majelis Hakim.

Hal Itu terlihat dalam Surat Keputusan (SK) nomor 371 tahun 2018 yang ditandatangani langsung oleh Bupati Depri tentang pemberhentian karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungan dengan jabatan.

Menanggapi SK tersebut kuasa hukum dua ASN Vebry Try Hariadi menjelaskan bahwa dalam isi dalam SK tersebut terdapat keganjilan dalam penerapan pasal.

“Dalam SK ini mengutip dasar hukum dari Undang-Undang (UU) No. 5 Tahun 2014 tentang ASN No 2014 yang intinya seperti yang saya jelaskan sebelumnya para ASN dihukum sebelum UU tersebut terbit,” ujar Vebry Kamis (29/11/2018).

Lebih lanjut dijelaskannya dalam SK tersebut salah satu ASN telah diberhentikan sejak bulan April tahun 2012. Anehnya ASN tersebut diberhentikan sebelum Depri Pontoh menjadi Bupati, namun SK pemecatan terbit dan ditandangani Bupati Depri.

“Ini jelas cacat hukum, semestinya yang harus menandatanginya surat pemberhentian kepada para ASN adalah Bupati sebelum Depri Pontoh. Ada yang tidak benar, dan Ini jelas Fatal,” tegasnya.

Vebry menambahkan di era sebelum Bupati Depri menjabat para ASN tersebut mendapatkan promosi jabatan, dan gaji berjalan lancar seperti para ASN lainnya.

“Para klien saya sudah bekerja aktif sebagai ASN sebelumnya, bahkan sudah mendapat promosi jabatan dan sudah menjalani hukuman penjara sebelum UU terbit,” tandasnya.

Patut diketahui para ASN ini telah  melayangkan gugatan Perdata di Pengadilan Negeri Manado yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Imanuel Barru sejak Kamis (15/11/2018).

Pada persidangan kemarin, agenda persidangan telah memasuki tahap mediasi, namun tidak menemui titik temu atau gagal. Pasalnya masing-masing mempunyai pandangan argumen hukum masing-masing baik dari kuasa hukum penggugat dan tergugat. Alhasil sidang pun berlanjut pekan depan masuk pada pokok perkara (Marend)

Leave a Reply