Kemendagri Buka Peluang 2000 CPNS Melalui Jalur IPDN

Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membuka kesempatan bagi warga Sulut untuk mendaftarkan dirinya menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui jalur Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (Diploma IV) pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).


Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendagri Diah Anggraeni pada Rapat Koordinasi dalam rangka Seleksi Penerimaan CPNS Calon Praja IPDN Tahun Ajaran 2013/2014 dengan Sekretaris Daerah Provinsi dan para Kepala BKD Provinsi seluruh Indonesia yang dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Kementerian Dalam Negeri.


Dalam rapat tersebut hadir Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan yang diwakili oleh Direktur Bidang Pengaduan Masyarakat, Sekretaris Utama Kementerian PAN & RB, Sekretaris Utama BKN, dan Kepala Badan Diklat Kemendagri Harunata.


Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Restuardy Daud menyatakan, kehadiran KPK berupaya membantu melakukan deteksi dini dan pencegahan korupsi serta pengawasan terhadap seluruh proses tahapan sejak awal seleksi. 

Keterlibatan KPK ini akan dijadikan model (role model) bagi Penerimaan Mahasiswa Pendidikan Tinggi Kedinasan pada Perguruan Tinggi Kedinasan lainnya, termasuk bagi Akademi Kepolisian (Akpol) dan bagi Tes CPNS di Kejaksaan dan Calon Hakim.


“KPK akan menjadikan Kampus IPDN Pusat dan 7 (tujuh) Kampus IPDN Daerah sebagai pilot project Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) yang nantinya dapat dijadikan contoh bagi Perguruan Tinggi Kedinasan Lainnya. 

KPK juga menyarankan agar dalam Tahapan Seleksi Penerimaan CPNS Calon Praja IPDN Tahun Ajaran 2013/2014, terdapat tes tersendiri atau diintegrasikan dengan tes lainnya, terkait dengan materi Tes Integritas dan Kejujuran,” tuturnya.


Lebih lanjut, berdasarkan Surat Menteri PAN dan RB Nomor: B/1975/M.PAN-RB/6/2013, Tanggal 5 Juni 2013, Formasi CPNS Calon Praja IPDN Tahun Ajaran 2013/2014 telah disetujui sebanyak 2.000 Praja. Pendaftaran dilakukan oleh peserta seleksi CPNS Calon Praja IPDN Tahun Ajaran 2013/2014 di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota seluruh Indonesia dan waktu pendaftaran dilaksanakan mulai tanggal 1 Juli 2013 sampai dengan 13 Juli 2013.


Menurut Rudy panggilan Kapuspen, tahapan dalam seleksi penerimaan CPNS calon Praja IPDN menggunakan sistem gugur. ”Seleksi Administrasi, dilakukan oleh Kabupaten/Kota yang dikoordinasikan oleh Pemerintah Provinsi,” ujar Rudy yang punya darah Bolmong ini.


Tahapan lainnya yakni, Tes Kompetensi Dasar (TKD), dikoordinasikan oleh Kementerian PAN & RB dan BKN. Untuk tes kesehatan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dan dapat bekerjasama dengan RSUD/RS TNI/RS Polri.


Tes kesamaptaan/jasmani, dilakukan oleh pemerintah provinsi, dapat bekerjasama dengan Jasdam/Jasmil atau Jas Polda. Tes psikologi dengan penambahan sub item seleksi berupa tes integritas dan kejujuran, dilakukan oleh dinas psikologi TNI Angkatan Darat dan berkoordinasi dengan KPK untuk tes integritas dan kejujuran.


Sementara untuk cek ulang kesehatan, dilakukan oleh Kesdam III Siliwangi di Kampus IPDN Jatinangor Sumedang Jawa Barat. Lalu untuk cek ulang kesamaptaan/jasmani, dilakukan oleh Jas Polda Jawa Barat, di Kampus IPDN Jatinangor.

Lalu untuk Wawancara Penentuan Akhir (Pantukhir), dilakukan oleh para pejabat Eselon I Kemendagri, Kepala Dinas Psikologi TNI Angkatan Darat, pimpinan IPDN, dosen IPDN terpilih dan para pejabat Eselon II terkait.


Lagi kata Kapuspen, materi Tes Kompetensi Dasar (TKD) untuk mengukur kecerdasan majemuk (multiple intelligences) CPNS Calon Praja IPDN disiapkan oleh Kementerian PAN dan RB dan BKN bersama 10 konsorsium perguruan tinggi, yang terdiri dari Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).


“Guna mewujudkan seleksi yang netral, obyektif, terbuka dan transparan, maka setiap tahapan dalam Seleksi Penerimaan CPNS Calon Praja IPDN Tahun Ajaran 2013/2014, dibawah pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi,” jelas Diah Anggreani. 

Leave a Reply