Kesulitan Air Bersih, Warga Kamangta, Tikela Dan Sawangan ‘Tantang’ Dondokambey

Minahasa – Setahun belakangan ini, warga Desa Kamangta, Tikela dan Sawangan Kecamatan Tombulu masih kesulitan air bersih untuk dikonsumsi. Pasalnya, pipa air bersih sepanjang sekitar 1 kilometer yang merupakan proyek swadaya masyarakat, hanyut di Sungai Saluhesem saat bencana alam medio 2014 silam.

Untuk itu, warga di ketiga Desa ini ‘menantang’ Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daearah Air Minum (PDAM) Kabupaten Minahasa, Robby Dondokambey, yang baru dilantik Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi (JWS), untuk menjawab kebutuhan pokok masyarakat ini dengan memfungsikan bantuan air bersih yang terletak di Desa Kamangta.

“Hingga kini kami belum bisa menikmati air bersih dari proyek bantuan pemerintah pusat sebesar Rp 2 Miliar yang ada di Desa Kamangta, sejak bencana 2014 lalu. Untuk itu, sebagai Dirut PDAM yang baru, kami berharap pak Dondokambey yang juga sebagai warga Tombulu, dapat segera merealisasikan proyek pemasangan instalasi air bersih di Kamangta, untuk menjawab kebutuhan warga,” ujar Hideki Worotikan, warga setempat, didampingi temannya Novel Mandagie kepada wartawan akhir pekan lalu.

“Kami berharap fasilitas dari hasil proyek bantuan air bersih yang sudah ada ini dapat segera difungsikan pemerintah melalui PDAM Minahasa,” timpal Novel.

Terpisah, Hukum Tua Desa Kamangta, Johan Regar, juga mengatakan, hingga kini pihaknya belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa pasca bencana alam beberapa waktu lalu tersebut.

“Kami sudah pernah bermohon melalui anggota DPRD dan Pemkab Minahasa, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Harapan kami, karena di Desa Kamangta sudah ada proyek air bersih, sebaiknya proyek air bersih senilai Rp 2 Miliar ini dapat segera dinikmati masyarakat. Mudah-mudahan dengan dilantiknya pak Dondokambey sebagai Dirut PDAM Minahasa, proyek yang diperuntukkan bagi Desa Sawangan, Kamangta dan Tikela sudah bisa dinikmati,” ujar Regar.

Sebagaimana informasi diperoleh Cybersulutnews.co.id, kita ketahui bahwa, proyek bantuan pemerintah pusat untuk air bersih ini telah selesai sejak beberapa tahun yang lalu. Namun sampai saat ini, air bersih yang diharapkan warga ini tidak pernah ada dan belum dinikmati masyarakat tiga desa tersebut. Saat ini, kondisi instalasi air bersih memprihatinkan dan penuh rumput.(fernando lumanauw)

Leave a Reply