KEVIN DIANTARA POLISI HUMANIS atau POLISI PREMANISME…

Catatan Kritis: Vebry Deandra

MAHASISWA Kevin Joseph yang menjadi korban penganiayaan oknum anggota polisi di Polsek Dimembe menghiasi halaman pemberitaan koran harian maupun media online di hari ini.

Catatan kelam tindakan arogan sang pengayom masyarakat kembali ditoreh Polda Sulut. Padahal Polri dan khususnya Polda Sulut lewat Kapolda Sulut Irjen Bambang Waskito yang lagi gencarnya melakukan pendekatan humanis terhadap masyarakat dan khususnya generasi muda dengan “Indonesia Tersenyum”, justru oknum anggota polisi IS alias Ishak yang bertugas di Polsek Dimembe wilayah Kabupaten Minahasa Utara mencorengnya dengan melakukan pemukulan terhadap mahasiswa tersebut, layaknya seperti seorang preman saja.

Tokoh pemuda Minahasa Utara dan merupakan pengamat sosial dan politik di Sulut, Taufik Tumbelaka mengaku terkejut dengan kejadian tersebut. Kata dia, tindakan oknum polisi IS itu adalah perlakuan tidak terpuji kepada generasi muda.

“Pak Kapolda harus berani ‘menghapus’ oknum-oknum polisi bermental preman di Sulut. Sebab persoalan nama baik institusi bukan hanya soal prestasi, dan pelayanan, tetapi lebih kepada soal etika. Tidak ada arti jika kita memiliki kecerdasan intelektual, tapi kecerdasan emosional rendah. Jika kecerdasan emosional rendah, kecerdasan spiritual jadi pertanyaan,”tandasnya sembari menyatakan polisi seharusnya lebih bertindak humanis dengan tak mengutamakan tindakan berlebihan atau bertempramen preman.

Tumbelaka yang merupakan putra dari tokoh Sulut yang notabene adalah Gubernur Sulut pertama Alm Broer Tumbelaka ini mengharapkan, agar persoalan oknum polisi ini bisa mendapat perhatian dari petinggi di Polda Sulut untuk mengusut serta memberikan sanksi tegas jika ditemui adanya kesalahan dari oknum polisi IS.

Bagaimana pak Kapolda Sulut ? Jangan biarkan bawahanmu menghianati kerja mulia polisi-polisi lainnya yang sangat mencintai masyarakat untuk “Indonesia Tersenyum dengan Polisi Humanis Bukan Polisi Premanisme”.

Seperti diketahui aksi tak terpuji dan memalukan institusi Kepolisian Daerah Sulawesi Utara yang dipimpin Irjen Pol Bambang Waskito, dirusak oknum anggota Polisi IS alias Ishak (30) yang sehari-harinya bertugas di Polsek Dimembe.

Pasalnya, tanpa alasan yang jelas, IS melakukan tindakan penganiayaan kepada Kevin Joseph, mahasiswa di salah-satu perguruan tinggi swasta di Manado, Rabu (13/09).

Sebagaimana penuturan korban, perlakuan tidak wajar tersebut dialaminya di dalam Markas Polsek Dimembe, Rabu (13/09) sekira pukul 19.00 WITA. Ketika itu korban bersama beberapa orang temanya hendak menjenguk salah satu teman mereka yang lagi ditahan di kamar tahanan Polsek Dimembe.

Dikatakannya, ketika korban dan teman-temannya hendak masuk ke dalam Polsek, terlebih dahulu mereka meminta izin kepada salah satu anggota jaga yang lagi piket ketika itu.

“Waktu kami masuk ke dalam Polsek, anggota polisi yang sementara piket telah memberikan izin, tapi tiba-tiba polisi yang bernama pak Isak langsung keluar dan mengatakan pandang enteng ngoni kang, dan setelah mengatakan demikian, dia langsung datang kepada saya dan memukul wajah saya dengan sangat kuat,” ujar korban Kevin.

Korban menceritakan, setelah selesai melakukan aksi penganiayaan, oknum Polisi itu masih mengeluarkan kalimat-kalimat makian dan sangat kasar kepadanya dan teman-temannya.
“Bahkan teman saya yang satunya hampir juga dipukul oleh Polisi itu,” tambah Kevin.

Diketahui, setelah mengalami tindak penganiayaan, korban dan teman-temannya langsung membuat laporan Polisi di Polres Minut dan rencananya akan membawa kejadian ini di Propam Polda Sulut.

Terkait kejadian ini, Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH, yang dihubungi mengatakan, belum tahu, dan masih akan mengecek. Sementara, Kapolsek Dimembe AKP Saguh Rianto yang dihubungi juga mengaku belum mengetahui kejadian tersebut.

“Nanti saya cek dulu,”jawab Kapolsek singkat.

Pelaksana Harian Kabid Humas Polda Sulut AKBP Sulaiman Dai ketika dikonfirmasi, menjelaskan pihaknya akan menindak lanjut kasus tersebut jika sudah dilaporkan korban.

‘’Kita pasti akan tindak lanjut laporannya secara profesional jika sudah dilaporkan. Semua sama di mata hukum, tidak akan kita beda-bedakan,’’tandasnya. Sementara itu, oknum polisi yang diduga melakukan penganiayaan ketika dihubungi lewat telepon genggamnya bernomor 081355793XXX tak memberikan respon.(disadur dari koran harian)

Leave a Reply