Kita Selamanya Indonesia!

Penulis : Wonder Infanteri, Ketua Presidium GMNI

DALAM beberapa waktu belakang, situasi politik di Indonesia sedang terjadi turbulensi. Khusunya di Jakarta sebagai Ibu Kota Negara, dimana Jakarta merupakan barometer dan miniatur Indonesia, diusik oleh isu yang acap kali dianggap sensitif yaitu SARA.

Sebagaimana pernah disampaikan oleh Bung Karno, bahwa “Kita hendak mendirikan suatu negara, semua buat semua. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan maupun golongan yang kaya tetapi semua buat semua“. Diatas itulah kita mengikatkan diri, bersatu untuk mendirikan sebuah negara, Negara Republik Indonesia.

71 tahun Indonesia berdiri, sekelompok kecil masyarakat mulai mengusik kesepakatan pendiri bangsa. Mereka menolak dengan alasan kepemimpinan haruslah diamanatkan pada sosok yang seiman dengan mereka. Falsafah Pancasila yang sudah tumbuh dan hidup ditengah masyarakat sejak nenek moyang mereka negasikan dengan keinginan memaksa membangun negara ke”khilafah”an tanpa memperdulikan masyarakat lain yg mempunyai keyakinan berbeda.

Memang saat ini, isu yang bersifat SARA masih dianggap krikil-krikil kecil yang tidak serius bagi sebagian besar penghuni republik ini. Namun bila melihat beberapa waktu belakang, gerakan ini semakin massive dan mulai melakukan penggiringan opini sehingga menjadi lazim untuk diperdebatkan dalam ruang-ruang publik. Ruang demokrasi mereka manfaatkan untuk mensyiarkan tujuan mereka, meski dalam konsep mereka menolak keras demokrasi itu sendiri.

Semua elemen bangsa harus mulai mendorong kembali spirit bangsa yang asli, dimana kerukunan tercipta karena kita ber-bhineka tunggal ika. Bukan kerukunan yang dipaksakan, bahkan dimanipulasi. Kerukunan yang sadar karena kita ingin bersatu, karena kita mempunyai penderitaan yang sama. Semangat gotong-royong sebagai cerminan konfigurasi anak bangsa.

Indonesia dengan ciri khas masyarakat yang heterogen, tersebar diberbagai gugusan kepulauan, menjadi warna yang tidak dimiliki negara manapun di dunia. Ikatan persatuan perlu dijaga, karena bangsa ini selalu lolos dari setiap momentum yang rawan akan perpecahan. Namun kiranya, seluruh elemen bangsa haruslah terus mengobarkan semangat bhineka tunggal ika, semangat gotong royong agar yang tidak sadar akan persatuan, agar yang tidak ingin menjalankan konsepsi bangsa, terbakar mati! Karena kita selamanya Indonesia.(***)

Leave a Reply